Instruksi tembak mati penjambret yang disampaikan kapolda metro jaya, irjen idham azis, menuai pro dan kontra.
Mereka yang menolak berpendapat azas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan, sementara dukungan yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan juga kepada para koruptor di Indonesia.
Bob Jhontsen lewat akun @BobJhontsen menilai pihak kepolisian telah bersikap sewenang-wenang sebagai penegak hukum.
“Kok Aparat Militer Indonesia OTORITER begini ya,” tulisnya pada Rabu (4/7/2018).
“Wah, ga boleh, bisa bisa ada fitnah orang lari diteriaki jambret langsung tewas,” balas @resi_abecede.
Pendapat berbeda disampaikan oleh @aLriyadz. Menurutnya kematian Warsilah (31) penumpang ojek online yang tewas terjatuh dari sepeda motor usai dijambret saat melintasi Jalan A Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (1/7/2018) pagi, harus dibayar dengan nyawa.
“Mau kelas teri kelas kakap tembak ditempat lebih baik utang nyawa bayar nyawa,” tulis @aLriyadz
Sementara Guntur Pramana lewat akun @Mr_Mnduri01 mempertanyakan keputusan pihak Kepolisian yang berani menunmpas kejahatan jalanan tetapi mundur ketika berhadapan dengan koruptor. Guntur pun menantang tindakan tegas yang sama dapat diberlakukan juga kepada koruptor.
“Kenapa jambret yg mencuri mungkin ratusan ribu di tembak mati, tapi koruptor sekian miliar malah dibiarin hidup. Udah gak benar juga lama lama. Brani gak polri tembak mati penjambret uang rakyat? Apa tunggu 100 thn lagi baru berani????,” tanyanya.
Hal serupa disampaikan oleh Surya. Lewat akun @SuryaKusumah11, dirinya menantang sang Jenderal untuk menembak mati koruptor serta kader partai yang anarkis.
“”Kapolda ksh Instruksi Tembak mati jambret mah cemen bgt..rakyat Sipil jg bs bikin mati “Penjahat” tanpa Pistol ckp pk Bogem mentah,yg hebat tuh Kapolda intruksi Tembak mati Koruptor,Kader2 Partai yg Anarkis Trtma pdip yg srg bikin Ulah,KKSB di Papua… Berani????,” tantangnya.
“Skalian di door juga Preman2 sok malak, copet, maling, rampok, kurir narkoba, tukang fitnah dan adu domba,” tambah @7toni7toni.
Sedangkan @eno_rv mendukung keputusan lantaran DKI Jakarta dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sehingga menurutnya guna menciptakan kota yang aman, tindakan keras harus dilakukan.
“Setuju pak polisi,masa jakarta mau jd tuan rumah sea games banyak jambret, itu tidak bagus dan meresahkan masyarakat dan bisa berimbas ke peserta seagames, tembak mati adalah keputusan tepat…!!!,” jelasnya. (int)






