TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB
Pemilihan kepala desa di Aek Horsik nyaris ricuh, banyaknya masyarakat atau penduduk yang tidak terdaftar saat pencoblosan di tempat pemilihan suara (TPS), tepatnya di samping Kantor Urusan Agama (KUA) Lorong Tiga. Rabu (12/9)
Berlangsungnya pemilihan kepala desa dipadati warga aek horsik, kedatangan warga satu persatu dipersilahkan masuk untuk melakukan pencoblosan.
Penconlosan dimulai dari jam 07.00 Wib, berlangsungnnya pemilihan kepala desa nyaris ricuh. Disebabkan karena banyaknya warga aek horsik tidak terdata untuk melakukan pencoblosan.
“Sudah bertahun – tahun kami disini, pemilihan Gubernur kami mencoblos. Kenapa pemilihan kepala desa kami tidak bisa memilih, ada ratusan kami tidak terdata dan tidak ikut mencoblos,” koar masyarakat dilokasi
Sempat kebingungan pihak P2KD, karena banyaknya masyarakat yang ribut dilokasi meminta pemilihan kepala desa dibatalkan dan ditutup. Karena dinilai tidak profesional diduga seperti sudah ada settingan oleh kepala desa yang lama.
“Kami tidak terima pencoblosan terus dilakukan, banyak kami tidak memilih disini. Sudah berjamur kami tinggal disini menjadi masyarakat aek horsik,” sebut warga
Disamping itu juga, dalam pemilihan kepala desa sempat terjadi pemilih dibawah umur. Boi (14) namanya warga aek horsik, kecamatan badiri, tapanuli tengah, masyarakat sekitar sempat respon langsung ribut dan memanggil pihak kepolisian. Tidak terima pemilih dibawah umur.
Boi (14) anak dibawah umur terpaksa sempat ditahan sementara di TPS menunggu kehadiran kedua orang tuanya itu, seiring pencoblosan terus berjalan orang tua boi hadir kelokasi melihat anaknya tersebut. Selain itu karena warga tidak terima terpaksa boi dan orang tuanya dibawak ke Polres Tapanuli Tengah.
Calon kepala desa nomor urut 1 Pidelis Tinambunan merupakan kades lama (incumben) dan disusul nomor urut 2 Karim Naibaho merupakan calon baru.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara P2KD masih tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemerintah desa Tapanuli Tengah. (bs)







