Akses jalan yang dibuka kini sudah mulai dikerjakan secara bergotong royong TAPTENG NEWS – JAM 10.20 WIB
Infrastruktur yang baik, tentu merupakan salah satu faktor penting dari cerminan keberhasilan pemerintah di mata rakyat. Begitu juga bila kondisi infrastruktur buruk, kinerja pemerintahnya tentu perlu dipertanyakan.
Apalagi bila menyinggung tentang infrstruktur yang berkaitan erat dengan areal pendidikan. Karena hal itu jelas menjadi salah satu penunjang bagi para siswa untuk bisa lebih fokus belajar, agar ke depan tercipta produk generasi bangsa.
Lantas bagaimana bila infrastruktur sarana pendidikan tak mendukung? Agaknya tak berlebihan pula bila masalah ini dikaitkan dengan kondisi SMA Negeri 2 Tukka di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Selama 13 tahun, sekolah itu tak memiliki akses jalan. Sedangkan pertapakan melalui SMP Negeri 3 yang biasa dilalui siswa dan para pendidik, kini malah terancam tak lagi bisa dilalui, karena kondisinya yang sudah anjlok sehingga kini terpaksa diblokade.
Mau tak mau, meski harus swadaya, rehabilitasi pun harus dilakukan demi kelangsungan proses pendidikan.
Kepala SMAN 2 Tukka Drs H Junaidi Pohan mengatakan, kini pihaknya telah berupaya untuk membuka jalan baru. Akses jalan yang dibuka sepanjang lebih kurang 50 meter dan kini sudah mulai dikerjakan. Namun prosesnya dipastikan akan berlangsung lama akibat dana yang tak memadai.
“Azas atas gotong royong. Tidak mungkin kita meminta kepada murid yang kemampuannya terbatas, walaupun dengan keadaan sukarela,” keluh Junaidi, Sabtu (22/9).
Hingga kini, lanjutnya, jalan yang sudah dibuka secara bertahap dikerjakan, walau hanya sebatas penimbunan memakai tanah merah. Penggunaan tanah merah sengaja dilakukan, guna mengantisipasi terjadinya longsor, mengingat lahan yang dibuka sedikit curam kebawah.
“Inilah kondisinya, beginilah dulu kita buat. Menanti uluran bantuan dari pemerintah pusat dan daerah belum ada lagi, apalagi dari tokoh – tokoh masyarakat, belum kesampaian bantuan mereka kemari,” ujarnya
Padahal, kata Junaidi, akses jalan ini sangat dibutuhkan bagi kepentingan siswa – siswi dan guru pembimbing, agar tidak lagi melintas dari lahan SMPN 3, karena kondisi jalan itu sudah diblok sehingga tidak bisa lagi dilalui sepeda motor.
“Tidak mungkin lagi melewati jalan yang sudah di blok. Tidak bisa dilalui sepeda motor, tapi karena pihak SMPN 3 masih memberikan renggang waktu, karena kondisi jalan SMAN 2 Tukka masih dikerjakan terpaksa kita masih lewati jalan itu juga,” sebut Pohan.
“Saya bukan mencari kekayaan disekolah ini, sudah capek kita berbuat memikirkan di sekokah ini, inilah yang bisa saya buat,” pungkasnya. (bs)
Tidak ada komentar