Ozi Rahmansyah Mahasiswa STIE Al – Washliyah Sibolga – Tapteng TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB
Ozi Rahmansyah Mahasiswa STIE Al – Washliyah Sibolga – Tapteng meminta keadilan kepada menteri pendidikan dan kebudayaan RI dirinya merasa dizolimi pihak kampus terkait tanda tangan ospek.
Diketahui Ozi yang sudah semester tujuh ini merasa dilecehkan oleh pihak kampus dengan ditolaknya sertifikat ospeknya tempo hari. Padahal uang administrasi untuk mengikuti ospek sudah dikasihnya sebesar Rp.200.000 rupiah kepada pihak administrasi Kampus yang diketahui ada dua kubu tersebut.
Selain itu, sampainya di semester tujuh ditanya oleh pihak kampus, mana sertifikat ospekmu? Disitu Ozi bingung bahwa berkas ospeknya ada, tapi pihak kampus malah menanya dengan belum ditanda tanganinya berkas itu.
“Ia tapi surat inikan yang mengeluarkan kampus, kenapa kampus pula yang membantah,” kata Ozi
Sementara itu, dalam peraturan menteri pendidikan bahwa ospek telah dihapuskan.
“Kalau ospek itu padahal kita ketahui sudah dihapuskan kenapa di STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng masih berlaku,” koarnya.
Ini Pernyataan Sikap Ozi Rahmansyah Saya yang bernama Ozi Rahmansyah yang sedang berkuliah di STIE Al-Washliyah Sibolga-Tapteng telah merasa dibodohi oleh sistem kampus dimana pendidikan itu sejatinya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan UUD 1945.
Mengutip pernyataan dari bapak pendidikan Indonesia KI Hadjar Dewantara mengatakan bahwa, asensi dari pendidikan itu adalah memanusiakan manusia namun relitas yang terjadi pada saat ini tidak sesuai dengan kenyataan kata-kata indah dari bapak pendidikan indonesia dan UUD 1945 tersebut.
Hal ini sangat saya sayangkan pihak kampus tidak merelisasikan aturan – aturan pemerintah yang tertuang dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 55 tahun 2014.
Saya selaku kaum terdidik sangat menyayangkan hal-hal yang telah diperbuat terhadap masa depan saya di kampus tersebut, saya harap dinamika internal tidak sesat dan menyesatkan masa depan Mahasiswa di STIE AL-Washliyah. (bs)
Tidak ada komentar