Iran Ancam Perketat Penutupan Selat Hormuz JAKARTA NEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghantam Teheran dengan “sangat keras”. Menanggapi pernyataan tersebut, Iran menyatakan siap memperketat penutupan Selat Hormuz apabila tekanan militer dan blokade terus berlanjut.
Peringatan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr. Ia menyebut kebijakan Washington berpotensi memicu langkah yang lebih besar dari Teheran terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
“Kelanjutan blokade maritim dan provokasi perang rezim AS akan semakin memperketat penutupan Selat Hormuz dan juga menutup selat dan titik-titik strategis lainnya,” kata Zolghadr, seperti dikutip kantor berita IRNA melalui Al Jazeera.
Menurut Zolghadr, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah. Ia memperingatkan bahwa ekonomi global, pasar energi, hingga masyarakat Amerika Serikat juga akan merasakan konsekuensinya.
Ia mengatakan penutupan Selat Hormuz dapat memengaruhi stabilitas perdagangan energi dunia. Jalur pelayaran itu selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak internasional.
Pernyataan Iran muncul setelah Donald Trump kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Teheran. Presiden AS itu mengatakan pemerintahannya akan terus menekan Iran agar tidak memiliki senjata nuklir.
“Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan,” kata Trump, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026).
“Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” lanjutnya.
Trump juga menegaskan bahwa Washington siap meningkatkan tekanan militer terhadap Iran apabila diperlukan.
“Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, ‘Kami benar-benar tidak tahan lagi’,” tegas Trump
Ancaman tersebut muncul di tengah laporan sejumlah media Amerika Serikat yang menyebut Washington sedang mempertimbangkan operasi militer baru terhadap Iran. Serangan itu disebut berpotensi menyasar infrastruktur energi Teheran dan dapat dilakukan dalam waktu dekat jika situasi terus memburuk. (red)
Tidak ada komentar