SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB
Dinas Pendidikan Kota Sibolga berencana akan mengaktifkan kembali proses pembelajaran di sekolah pertengahan Juli 2020 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Masnot menjelaskan bahwa rencana proses pembelajaran tatap muka di sekolah, sesuai surat edaran Kemendikbud tentang skema pendidikan berdasarkan zona di pandemi Covid-19.
“Apalagi Kota Sibolga termasuk salah satu wilayah zona hijau di Sumatera Utara, selama pandemi Covid-19,” ujarnya pada Kamis (18/06).
Masnot juga menyebut, kendati masih zona hijau, proses pembelajaran tatap muka di sekolah nanti, tetap mengikuti anjuran pemerintah soal protokol kesehatan, guna menghindari penularan Covid-19.
“Dari edaran pemerintah meski pun kita masuk di zona Hijau dan rencananya pertengahan Juli kita sudah belajar tatap muka di sekolah diperbolehkan, akan tetapi ada koridor yang harus diikuti, yang pertama tentunya mengikuti protokoler kesehatan,” ucapnya
Sambungnya, sebelum memasuki tahun ajaran baru, pihaknya akan melakukan koordinasi kepada Dinas Kesehatan Kota Sibolga dan pihak Puskesmas agar ikut berpartisipasi.
Masnot juga mengimbau pihak sekolah juga mempersiapkan fasilitas kesehatan seperti penyediaan pencuci tangan dan alat cek suhu tubuh.
“Protokoler kesehatan ini kita ketahui harus mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun kemudian mengecek suhu tubuh, itu juga sudah kita sarankan ke pihak sekolah jauh hari sebelum kita masuk di tahun ajaran baru supaya menyiapkan fasilitas itu,” katanya.
Ia menambahkan, proses belajar mengajar tentunya tidak akan sama dengan pembelajaran sebelumnya, biasanya dalam satu ruangan di isi sebanyak 28 sampai 30 siswa, kini minimal satu ruangan di isi sebanyak 15 hingga 18 siswa dalam satu ruangan.
“Edaran dari menteri, pembatasan belajar itu selama 4 jam, jadi kemarin saya sudah memanggil subrayon dan SMP supaya merancang jam pembelajaran ini lebih sederhana, mungkin jam pelajarannya nanti dikurangi, selain itu kesiapan guru juga sangat dibutuhkan, kalau yang biasanya pembelajaran seperti biasa, kalau ini nanti di perketat,” pungkasnya. (riz)






