Satu Unit Avanza Terjun Bebas Kejurang Aek Raisan

Tapanuli Tengah1217 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 17.00 WIB

Satu unit minibus jenis Avanza yang bernomor polisi BK 1812 mengalami kecelakaan dan terjun bebas masuk jurang ke Sungai Aek Raisan di Daerah Parsingkaman Kabupaten Tapteng. Minggu (10/3) Sore.

Informasi yang dihimpun minibus tersebut datang dari arah Kota Sibolga menuju arah Tarutung, namun entah bagaimana di KM 25 mengalami kecelakaan hingga terjun masuk jurang ke sungai Aek Raisan.

Seluruh korban kecelakaan minibus Avanza No Pol BK 1812 FP yang terjun ke Sungai Aek Raisan Km 25 di perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara telah dibawa ke RSUD Dr Ferdinand Lumbantobing Sibolga untuk dievakuasi.

Setibanya di RSU Sibolga, satu orang korban tewas yang diketahui sebagai ibu rumah tangga, dimasukkan ke kamar jenazah. Sementara korban yang mengalami luka – luka ditangani petugas medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sibolga.

Sementara itu, Tigor Tambunan selaku humas pihak RSU Sibolga menyampaikan, seluruh korban merupakan satu keluarga, warga Jalan Pipit, yang bernama Lili Ade Sumantri (30) sebagai supir. Kondisi luka lecet, Budi Saputra (40), kepala keluarga, mengalami luka robek pada bagian siku kanan, Dea Angraini (10), putri Budi Saputra, luka lecet, Deo Rajasah anak Budi Saputra, kondisi tangan kiri tidak bisa diangkat (patah tertutup), dan Den Ade Wijayanti (33), istri Budi Saputra, luka parah pada bagian lengan kiri.

“Pasien dirujuk Senin dini hari (11/3) sekira jam 00.15 WIB ke RS Madani Medan, atas permintaan keluarga. Sementara korban tewas diketahui bernama Minarni (55),” kata tigor dalam keterangan tertulisnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Taput AKP Tohap Sibuea menyampaikan belum dapat memberikan keterangan secara detail terkait kecelakaan tersebut.

“Benar ada kecelakaan tersebut. Anggota kita sudah di lokasi untuk mengumpulkan keterangan,” ucapnya.

Karena lokasi kecelakaan tepat di perbatasan Tapteng dan Taput, yakni antara Desa Nagatimbul, Kecamatan Sitahuis dengan Desa Parsingkaman, Taput, maka Sat Lantas kedua daerah berkoordinasi untuk menangani kasus tersebut. (nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *