Sebelum Bunuh Diri Terduga Teroris Terlibat Asmara Yang Rumit

Nasional696 Dilihat

JAKARTA NEWS JAM 13.45 WIB

Sebelum Bunuh Diri, Terduga Teroris Terlibat Asmara Yang Rumit, dengan demikian, sudah dua wanita yang berhubungan dekat dengan Abu Hamzah akhirnya bunuh diri.

Terduga teroris berinisial Y atau Khodijah, 39, yang ditangkap Densus 88/Antiteror di Klaten, Jawa Tengah pada 14 Maret dan akhirnya memilih bunuh diri, diduga terjebak dalam urusan asmara yang rumit.

 “Dia masih berstatus istri sah, tapi tidak perlu saya sebutkan nama karena suami dan anaknya itu tidak mengikuti apa yang dikehendaki. Dia meninggalkan suaminya mau nikah sama AH. Sudah ada deal mau nikah,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Kamis (21/3/19).

AH alias Abu Hamzah adalah tersangka utama jaringan terorisme yang diringkus di Sibolga, Sumatera Utara, 12 Maret lalu. Beberapa jam setelah Abu Hamzah ditangkap, istrinya menolak imbauan polisi dan akhirnya juga memilih meledakkan dirinya di dalam rumah.

Dengan demikian, sudah dua wanita yang berhubungan dekat dengannya memilih bunuh diri. Selain dengan Y, polisi mengatakan Abu Hamzah juga akan mempersunting R asal Tanjung Balai.

“Dia (Y) juga sudah menggadaikan rumah dan tanahnya. Sudah dapat DP Rp 5 juta dan ketemu PS di Lampung, Rp 3 juta dikasih ke PS dan dikirim ke sana (Sibolga) untuk beli alat-alat dan bahan peledak. Begitu PS ketangkap, dia kembali ke Klaten,” sambung Dedi.

Dari hasil penjualan rumah dan tanah nantinya, masih kata Dedi, akan dibelikan mobil Kijang. Mobil itu rencananya akan digunakan sebagai bom mobil.

Sementara itu polisi belum memastikan dari mana asal cairan asam klorida atau HCl yang ditemukan di perut Y dan membuat lambungnya jebol. YW diketahui pernah sakit asam lambung.

“Sudah dilakukan olah TKP. Makanya tunggu hasil Labfor. Temuan di dalam perut sudah jelas kandungannya asam klorida. Tinggal dicocokkan dengan beberapa barang di TKP cocok atau identik nggak dengan yang ada di dalam perut itu,” sambungnya.

Seperti diberitakan bahan kimia itu ditemukan di saluran pencernaan. Lambung jenazah robek dan berisi darah berwarna hitam sehingga korban meninggal. Cairan lambung telah diperiksa di Labfor Polri.

Menurut sumber Beritasatu.com di Mabes Polri, Y meminum cairan pembersih lantai yang diambil dari kamar mandi.

Korban sempat dibawa ke IGD RS Polri Kramat Jati pada Senin dini hari dan sudah sempat dikuras lambungnya tapi sudah terlambat karena lambungnya mengalami korosi berat. Akhirnya nyawa korban tak tertolong.(Bs/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *