SIANTAR NEWS – JAM 13.00 WIB
Sejumlah siswa SMP Negeri 3 dan Siswa SMP Negeri 5 Kota Siantar terlihat bergelantungan di mobil angkutan umum Koperasi Beringin (KPB), Selasa (26/3) sekira jam 13.00 wib, tepatnya di Jalan Gereja, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.
Amatan di lokasi, mobil angkot KPB ini membawa siswa yang bergelantungan ini menuju pusat kota, tetapi saat di depan Museum Simalungun, supir menyuruh para anak sekolah untuk masuk ke dalam untuk berdempetan.
Salah seorang warga bermarga Siahaan, di temui di Timbangan Simpang 2 mengatakan, bahwa supir angkot tersebut terbilang nekad, yang tidak menghiraukan keselamatan penumpangnya.
“Ini namanya supir nekad. Sudah siap rupanya dia ini masuk penjara makanya berani kali buat kayak gini demi uang 2.000?” ucap Siahaan.
Menurutnya, supir ini sudah membahayakan penumpang maupun pengendara di belakangnya, sebab apabila anak sekolah tersebut jatuh, pengendara di belakang akan menabraknya, dan pengendara di belakang bisa dipenjara.
Hal yang sama diungkapkan oleh Tambos Hutagaol, dan menyebut bahwa yang harus bertanggung jawab soal ini adalah Satuan Lalu Lintas Polres Siantar, dan juga Dinas Perhubungan.
“Kami sebagai orang tua dan juga masyarakat, melihat ini sangat mengecewakan. Karena pihak kepolisian belum bisa mengatasi yang seperti ini. Ini sangat-sangat berbahaya, dan Dinas Perhubungan harus memperingati pihak direksi KPB supaya mereka lebih bijak mencari supir yang tidak tamak,” katanya.
Di sisi lain, Tambos Hutagaol juga mempertanyakan kinerja petugas kepolisian, khususnya Satuan Lalulintas.
“Bagaimana polisi ini? Yang bergelantungan ini adalah anak negara yang perlu dijaga. Karena anak-anak ini adalah penerus bangsa, yang mana masa depan mereka ini ada sama kita. Makanya kita berharap polisi turun menindak supir seperti ini,” ucap Tambos Hutagaol.
Sementara Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Siantar, AKP Septian Dwi Rianto SH SIK, ditemui Rabu (27/3) sekira jam 13.00 wib mengatakan bahwa mereka selalu menghimbau kepada anak-anak sekolah supaya tidak bergelantungan di mobil angkot.
“Setiap hari Senin kita ke sekolah-sekolah untuk mengikuti upacara, dan menghimbau kepada siswa supaya mereka tidak bergelantungan di angkot, tidak memakai kenalpot racing, memakai helm saat berkendara, berkendara dengan mematuhi lalu lintas, dan lainnya,” ujar Kasat Lantas.
Dikatakannya, dengan adanya informasi dari wartawan terkait anak sekolah yang bergelantungan di angkot, Kasat Lantas mengatakan sudah memberitahukan kepada semua anggotanya di lapangan, supaya tidak ada angkot yang membawa penumpang dengan bergantungan seperti ini.
“Jam pulang sekolah, saya suruh anggota untuk mencari supir angkot nakal yang berbuat seperti itu, dan akan ditilang di tempat bila melakukan hal demikian. Karena itu sangat berbahaya, baik dari si anak maupun dari pengendara yang berada di belakang,” ujar Kasat Lantas.
Menurutnya, sosialiasasi sudah mereka lakukan, dan sosialisasi juga merupakan himbauan.
“Karena sudah dihimbau, tetapi tidak juga dilakukan, kita akan tindak dengan tilang,” ucapnya mengakhiri. (bing)






