3 Terdakwa Pemukulan Terhadap David Butarbutar Pakai Rompi Tahanan Dalam Ruang Sidang

oleh -608 views
Ketiga terdakwa, HS, JFS, dan JP terlihat duduk dikursi pesakitan ruang sidang dengan menggunakan rompi tahanan

TAPTENG NEWS – JAM 19.00 WIB

Sidang kedua kasus pemukulan David Butarbutar dan kedua anaknya yang dilakukan personil Satpol PP Tapteng kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, yang dipimpin oleh Hakim Ketua Alex Pasaribu, didampingi dua hakim lainnya Marolop Bakkara dan Tetty. Selasa (14/5) sekira jam 19.00 Wib

Ketiga terdakwa, HS, JFS, dan JP terlihat duduk dikursi pesakitan ruang sidang dengan menggunakan rompi tahanan.

Ketika Hakim Ketua ketika mengawali pertanyaan kepada ketiga terdakwa mengenai apakah mereka didampingi kepala Satpol PP Tapteng saat melakukan operasi pembubaran lapo tuak David Butarbutar

Saat pertanya itu dilontarkan Hakim, ketiga terdakwa terlihat tertunduk lesu dan tidak menjawab pertanya yang diberikan Hakim. Lalu hakim bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama mengenai apakah atasan mereka ikut saat kejadian operasi razia. Lalu terdakwa JFS mengatakan kalau atasannya tidak ikut dalam kejadian

Dimana ketiga terdawakwa saat terjadi pemukulan,” tanya Hakim kepada ketiga terdakwa

Terdakwa JFS mengatakan kalau dirinya sedang berada di depan truk dan tidak melihat kejadian pemukulan dan membawa korban David Butarbutar kedalam mobil

Hakim bertanya kepada terdakwa HS menganai yang memasukan korban David Butarbutar kedalam mobil

“Kalau dirinya berada dibelakang truk dan tidak melihat kejadian dan pemukulan itu,” ucap terdakwa HS

Apakah saat didalam mobil, suara korban David Butarbutar yang minta tolong dari dalam truk apakah didengar,” tanya Hakim kepada terdakwa HS

Terdakwa HS mengatakan kalau dirinya tidak mendengar suara minta tolong, lalu Hakim bertanya kepada terdakwa HS saat kejadian itu posisinya dimana?

Terdakwa HS menjawab kalau dirinya berada diujung pintu truk, dan Hakim kembali bertanya apakah kamu mendengar suara korban berteriak minta tolong.

Terdakwa HS mengatakan kalau dirinya agak samar – samar mendengar dan belum bisa memastikan apakah itu suara korban atau percapakan kawan – kawan satu tim nya. “Sebab saat itu pikiran saya banyak mengenai keluarga,” ucapnya

Hakim bertanya kepada terdakwa JP mengenai saat kejadian dimana posisinya? Terdakwa JP mengatakan kalau dirinya dikantor dan mengatakan telat datang saat kegiatan operasi razia.

“Kalau memang anda dikantor, siapa yang membawa korban kerumah sakit,” sebut Hakim kepada terdakwa JP

JP menjawab kalau dirinya yang membawa korban David Butarbutar dan kedua anaknya kerumah sakit, setelah sampai dirumah sakit dia langsung pulang dan sehabis itu tidak mengetahui mengenai korban

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum menanyakan kepada terdakwa JP apakah korban David Butarbutar ada dipukul dikantor

Terdakwa JP menjawab tidak mengetahuinya, saya hanya melihat korban masuk keruang atasan.

“Kalau soal katanya dipukul dikantor saya tidak mengetahuinya, karna saya langsung keluar,” terangnya

Lalu, Hakim Anggota Marolop Bakkara bertanya kepada ketiga terdakwa mengenai kejadian operasi, apakah kejadian operasi ini harus ada penganiyayaan. Apakah kalian seperti ini untuk menertibkan razia setiap oparasi ini, apakah harus ada kekerasan untuk operasi kegiatan ini

Ketiga terdakwa menjawab tidak, lalu hakim bertanya lagi apakah yang kalian lakukan ini salah. Ketiga terdakwa menjawab kalau perbutan mereka salah dan mengaku menyesal.

Amatan dilapangan, ketiga terdakwa terlihat tertunduk lesu ketika duduk dikursi pesakitan ruang sidang dengan menggunakan rompi tahanan. Sidang yang berlangsung malam hari dan kembali dilanjuntkan minggu depan untuk mendengarkan keterangan saksi. (dp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *