TAPTENG NEWS – JAM 10.30 WIB
Siswa – siswi lulusan SMK Negeri 1 Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (TapTeng) untuk Tahun depan tidak perlu khawatir untuk mencari pekejaan, atau menjadi putus asa. Karena merasa tidak dapat menggapai cita – cita maupun untuk tidak dapat berkecimbung dalam profesi lainnya.
Hal itu di sampaikan Kepala sekolah SMK Negeri 1 Lumut, Drs. Sumarsono Kepada Tapanuli News 24 Jam, Senin (5/8) di ruang kerja nya.
Dikatakannya, lulusan SMK itu ibarat tombak bermata tiga. Ratusan perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM), siap menerima lulusan SMK Negeri 1 Lumut yang memiliki keahlian Kompetensi sesuai dengan jurusan yang di pelajarinya saat masih duduk di bangku sekolah. Sebagai siswa – siswi SMK harus nya bangga karena telah di modali keterampilan yang dapat di jadikan sebagai batu loncatan dalam menggapai cita – cita.
“Kami sudah melakukan MOU dengan PT. KIM Meda, kemarin kami menghadap langsung Trisilo sebagai Direktur PT. KIM. Dalam MOU yang kami sepakati bagaimana mengupayakan lulusan SMK Negeri 1 Lumut ini dapat berkontribusi ke perusahaannya,” ucapnya.
Selanjutnya Sumarsono menyatakan, di PT. KIM itu ada sebanyak 500 Perusahaan yang berada di lahan 1000 hektar, jadi jika siswa Lulusan SMK Negeri 1 Lumut ini di terima 1 orang pada 1 Perusahaan, masih lebih lah Perusahaannya.
“Harapan kami, minimal 50 persen atau semua Lulusan dari Sekolah ini dapat di terima bekerja pada PT. KIM sesuai dengan Kopentensi keahliannya masing – masing sehingga lulusan SMK Negeri 1 Lumut ini begitu Lulus tidak pengangguran lagi,” tuturnya.
Terkait upaya untuk mewujudkan siswa – siswi SMK Negeri 1 Lumut yang terampil dan siap bekerja, Sumarsono mengaku telah berusaha maksimal dalam meningkatkan keterampilan siswanya dengan terus melakukan Pelatihan, Peningkatan, Srana Prasarana Sekolah dan juga kemampuan para tenaga pengajar.
“Yang pertama kami coba melakukan kerjaama dengan PT. Indako, Honda Medan. Salah satu kegiatannya adalah melakukan Service Sepeda Motor kepada Masyarakat secara gratis, yang mana service tersebut dilakukan oleh siswa SMK Negeri 1 Lumut di bawah pengawasan PT. Honda dengan thema “dari SMK untuk Negeri,” jelas Sumarsono.
Sambung Sumarsono, pada kegiatan perdana yang lalu, ada sebanyak 72 unit sepeda motor yang dilakukan service gratis, manfaat service tersebut selain bermanfaat kepada Masyarakat juga sekaligus melatih keterampilan siswa.
Selain itu, setiap Tahun mereka ada 12 kali kegiatan dengan memberangkatkan Guru (Tenaga Pengajar) untuk di bekali sebagai mekanis, sehingga Guru – guru terampil tadi dapat memberikan pengetahuannya kepada siswa.
Upaya untuk menempah Lulusan SMK yang siap bekerja, Sumarsono mengaku tidak begitu memberatkan para orang tua siswa dalam hal pendanaan maupun untuk pengadaan bahan serta alat peraktek.
“Kami tahu bahwa rata – rata orang tua siswa banyak yang berfrofesi sebagai pekerja kebun dan kita tahu kesulitan yang mereka hadapi saat harga getah dan sawit akhir – akhir ini anjlok, jadi kami hanya menekankan bagaimana kerjasama antara orang tua dan Sekolah berjalan baik. Meskipun begitu, para siswa terus kami semangati untuk mampu meningkatkan kemampuannya, saya selalu mengatakan, jika seandainya kalian itu dalam sekolah di SMA jadi hal yang kalian lakukan unutk dapat diterima bekerja tentunya harus kuliah dulu. Dengan menjadi siswa – siswi SMK ibarat tombak bermata tiga, artinya begitu lulus bisa kuliah, bisa langsung bekerja dan bisa membuka usaha sesuai kemampuan kompetensinya, pendapatnya,” ungkapnya. (nh)












