Tim KONCO Aek Parombunan, Suarakan Deklarasi Mencegah Penyakit TBC

Daerah, Sibolga888 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 9.00 WIB

Puskesmas Aek Parombunan, Kelurahan Aek Parombunan menggelar acara Minilokakarya lintas sektor yang dilaksanakan di Kantor Camat Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Senin (14/10)

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni untuk menyatukan misi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan kesehatan di Kecamatan Sibolga Selatan.

Kepala Puskesmas Aek Parombunan Lederman Tumanggor mengungkapkan, dalam acara itu, Puskemas Aek Parombunan turut menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, petugas TNI dan Kepolisian.

“Untuk meningkatkan derajat kesehatan tidak hanya tanggungjawab instansi kesehatan saja, melainkan tanggungjawab bersama,” kata Lederman Tumanggor

Dikatakan Lederman, pada acara itu kader puskesmas juga membahas tentang langkah strategis dalam membangun kesepahaman untuk menyikapi berbagai masalah kesehatan di Kelurahan Aek Parombunan.

“Kita juga mengevaluasi program kerja Puskesmas Parombunan tahun 2018 terkait permasalahan dan kendala yang dihadapi, sekaligus membahas rencana program tahun 2019,” ucapnya.

Selain membahas program tahun 2019, kader Puskesmas Aek Parombunan juga membahas tentang pencegahan penyakit TB paru.

Menurut Lederman, penyakit TBC di Kota Sibolga terus mengalami peningkatan.

Saat ini tercatat ada sebanyak 275 kasus yang telah ditangani. Sementara, di Aek Parombunan ada sebanyak 79 kasus yang sudah sembuh secara medis tahun 2018.

“Pasien yang mengalami penyakit TB paru akan terus ditangani dengan baik di Puskesmas Aek Parombunan. Kesembuhan pasien itu tergantung kepatuhan berobat sesuai ajuran petugas,” ucapnya.

“Tahun 2019 jumlahnya ada 49 kasus, termasuk anak dan orangtua. Kalau anak, mereka ini terinfeksi dari orangtua,” timpalnya.

Lederman mengungkapkan, saat ini pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan penyakit TBC dengan melibatkan masyarakat.

Salah satu upaya itu yakni dengan membentuk sebuah tim komunitas di Kecamatan Sibolga Selatan. Tim itu disebut dengan KONCO (Komunitas TuberCulosis). Tim KONCO ini dibentuk sebagai inovasi pemberdayaan masyarakat.

“Tim KONCO itu dibentuk 2 bulan yang lalu. Mereka yang terlibat di komunitas itu adalah pasien yang pernah mengalami penyakit TB. Dan saat ini, peserta di tim KONCO itu sudah dinyatakan sembuh total dari penyakit TB secara medis,” ungkapnya.

Dikatakan Lederman, dengan dibentuknya tim KONCO itu diharapkan bisa bergerak untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit TBC.

“Peserta tim KONCO itu ada sebanyak 13 orang, dan kita juga akan memberikan SK pada mereka untuk melaksanakan tugas dalam melakukan penyuluhan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pantauan, diakhir acara, tim KONCO juga menyuarakan deklarasi sebagai bentuk komitmen untuk mencegah penyakit TBC. Mereka juga melakukan penandatangan komitmen.

Selain itu, sebanyak 7 orang tim KONCO yang hadir juga diberikan sertifikat. Mereka adalah pasien yang sudah dinyatakan sembuh total secara medis.

Dalam deklarasi itu, tim KONCO diharapkan mau berjuang bersama meningkatkan derajat kesehatan. Bersama-sama mengemban tugas bersama demi meningkatkan pengetahuan kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

Mereka juga diharapkan mau bersedia bekerja suka rela tanpa mendapatkan imbalan untuk meningkatkan derajat kesehatan khusunya pemberantasan penyakit TBC.

“Tim konco ini diketuai dari LPM, Julkifli Tanjung, dan Kapus Aek Parombunan sebagai penanggungjawab, dan Camat itu sebagai pelindung di Sibolga Selatan. Sementara untuk koordinator itu Lurah Muara Pinang dan Aek Parambunan,” tutupnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *