SIBOLGA NEWS – JAM 09.00 WIB
Meski pekerjaannya sudah selesai 30 Desember 2018, namun proyek pembuatan sarana dan prasarana panjat tebing di kawasan wisata pantai ujung Sibolga (Pajus) dengan nilai kontrak Rp. 149.000.000 yang dikerjakan oleh CV Ruddef Sejatera tak berfungsi sebagaimana peruntukkannya.
Kondisi ini pun menuai sorotan, kami menilai jika pembangunan proyek Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga yang berbandrol ratusan juta itu tidak berguna, dan sama sekali tidak memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan proyek ini sudah selesai Tahun 2018 lalu, namun hingga kini manfaat dari proyek tersebut tidak dirasakan warga sekitar, dikarenakan tidak berfungsi sama sekali,” ujar Poltak Parluhutan Silaban Ketua Tim Investigasi LSM VOSY, Sabtu (02/11).
Dirinya menyesalkan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp. 149.-an juta itu tidak bisa memberikan manfaat apa – apa bagi warga.
“Ini sangat disayangkan, proyek yang menghabiskan anggaran tidak sedikit. Tapi malah tidak membawa azas manfaat,” cetusnya
Dirinya mengaku, tidak tahu persis proses pengerjaan proyek pembuatan sarana dan prasarana panjat tebing di kawasan wisata pantai ujung Sibolga (Pajus) tersebut.
“Kita sangat menyayangkan proyek yang menelan anggaran ratusan juta tersebut mubazir, karena hingga kini tidak tahu apa manfaatnya bagi warga
“Inikan namanya mubazir, dan terkesan hanya buang – buang anggaran saja. Apalagi, proyek tersebut menggunakan uang negara yang lumayan besar nominalnya, tapi sayang tidak bermanfaat,” tambahnya
Amatan dilapangan, proyek sarana dan prasarana panjat tebing di kawasan Pantai Ujung Sibolga (Pajus) terlihat sudah dipenuhi semak belukar dan berlumut. (riz)






