SIBOLGA NEWS – JAM 11.20 WIB
Pembangunan tempat bermain rakyat serta lokasi jajanan modern di kota Sibolga yang terpusat di Pantai Ujung Sibolga (PAJUS) dinilai sebagai proyek yang tidak tepat sasaran
Hal itu langsung disampaikan Ketua DPD LSM VOSY Sumatera Utara, Japana Naibaho kepada News24jam.com, Sabtu (2/11/2019)
Disampaikannya, saat datang bersantai ke lokasi PAJUS saya menemukan banyaknya anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga di lokasi PAJUS ini tidak dapat dinikmati oleh masyarakat kota Sibolga.
“Dimana proyek – proyek yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat kota Sibolga, seperti bangunan sarana dan prasarana lokasi jajanan modern di kota Sibolga, arena panjat tebing, wahana bermain anak, pos penjaga pantai, serta gazebo yang sekarang sudah terlihat kurang layak untuk dipergunakan,” katanya
Dijelaskannya, niat Pemko Sibolga sangat baik membuat proyek PAJUS ini untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Namun dengan kondisi yang ada di PAJUS saat ini kami menilai bahwa Pemko Sibolga terkesan setengah hati dalam menjalankannya
“Dimana pemerintah kota hanya membangun dan mendirikan sarana dan prasarana nya saja tanpa melakukan pemeliharaan dan pengembangan lokasi tersebut dengan serius, agar anggaran yang tidak sedikit yang telah dikucurkan pemerintah kota tidak sia – sia,” jelasnya
Lanjutnya, apalagi kami juga mendengar bahwa pemerintah kota akan membangun pusat jajanan tradisional di daerah jembatan kuning Kelurahan Pasar Belakang.
Menurut hemat kami dari pada mengeluarkan anggaran lagi untuk membangun dan mengembangkan tempat lain, ada baik nya jika Pemko Sibolga memanfaatkan lokasi yang ada di PAJUS saat ini, dan aloksi dana yang ingin digunakan untuk pembangunan lokasi jajanan tradisonal tersebut lebih baik digunakan untuk pengembangan pembangunan ekonomi yang menyentuh langsung ke masyarakat
“Dimana salah satu usaha yang cocok menurut saya adalah pengembangan usaha perikanan dibidang budidaya, dimana saat ini kota Sibolga sedang mengalami penurunan jumlah tangkapan ikan yang dikarenakan Permen DKP No 02, yang mengatur tentang alat tangkap ikan yang boleh dipergunakan,” pungkasnya menambahkan ada baik nya pemerintah kota lebih spesifik mengembangkan usaha budidaya perikanan untuk membantu peningkatan taraf hidup nelayan di kota sibolga ini yang dijuluki sebagai kota ikan. (ben)






