Masyarakat Desak Polres Tapteng Ungkap Motif dan Dalang Penculikan AP

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jan 2020 10:50 0 news24jam
TAPTENG NEWS – JAM 14.00 WIB
Sejumlah masyarakat kembali angkat bicara terkait kasus dugaan penculikan terhadap Ametro Pandiangan (AP) yang merupakan keponakan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Raja Bonaran Situmeang.
Mereka mendesak, agar Polres Tapteng segera mengungkap motif dan dalang penculikan yang dialami oleh AP.
Salah seorang warga Kecamatan Sorkam, Bahrun Sitompul, pada hari Minggu (26/01) mengungkapkan, pihak Kepolisian merupakan pelindung masyarakat, maka untuk membuktikan bahwasanya polisi adalah pelindung masyarakat, kasus penculikan terhadap Ametro Pandiangan harus diusut tuntas.
“Kita berharap kasus ini harus bisa tuntas. Kita ingin semboyan itu diterapkan kalau Polisi itu adalah Pelindung, Pengayom, dan Pelayan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, kejadian dugaan penculikan tersebut menjadi momok menakutkan kepada masyarakat, sebab hingga sejauh ini kasus tersebut terkesan diam dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
“Kejadian itu sejak tanggal 10 Januari 2020 atau beberapa minggu lalu, tapi kenapa sejauh ini masih belum ada kabar dan informasi perkembangan penanganan kasus tersebut. Sementara sudah jelas-jelas pelaku dugaan penculikan sudah diketahui dan informasinya sudah ditahan, tapi sejauh ini diam-diam saja,” cetusnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Parningotan Nainggolan. Ia meminta Polda Sumut untuk bertindak tegas dalam kasus dugaan penculikan tersebut.
Sebab, kata Parningotan, kejadian tersebut sudah menimbulkan keresahan masyarakat dan bisa memicu kekurang percayaan masyarakat kepada Polri jika kasus penculikan tersebut tidak dapat diungkap.
“Jika ini benar-benar serius di ungkap, menurut saya itu tidak begitu sulit, sebab pelaku sudah diketahui bahkan sudah diamankan, jadi Polisi tinggal memintai keterangan dari pelaku, siapa aktor/dalang dari penculikan itu,” pintanya.
Disebutkan bahwa pelakunya adalah salah satu anggota Brimob yang bertugas sebagai ajudan Bupati Tapteng.
“Jangan menjadi ada perbedaan hukum dinegeri kita ini, atau karena yang diculik hanya masyarakat awam, lantas dilakukan pembiaran begitu saja,” ungkapnya.
Bahkan informasi yang diperoleh wartawan, jelang kedatangan Kapolda nanti ke Kabupaten Tapanuli Tengah, mereka akan menyampaikan dan memohon langsung kepada Kapolda agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti.
“Kasus ini akan terus kami suarakan, karena ini sudah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat,” tegasnya.
Namun meski demikian bapak Kapolda Sumut dan Polres Tapteng agar dapat mengusut kasus penculian ini dengan cepat,” harapnya. (ful)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA