Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni, Pardi Harapkan Perhatian Pemerintah

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Feb 2020 19:14 1 news24jam

TAPTENG NEWS – JAM 17.20 WIB

Pardi Sihombing (65) Warga Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat (Tapteng) yang nasibnya sangat  memprihatinkan

Meski tinggal di wilayah yang pemukiman penduduknya sangat padat, namun seorang pria yang berstatus duda ini terpaksa harus tinggal di rumah gubuk dengan ukuran 4 x 5 meter dengan kondisi lantai beralaskan semen kasar.

Sementara atapnya terbuat dari daun rumbia, jika hujan sudah pasti air memasuki rumah tersebut.

Bersama tiga orang anaknya, dua laki – laki yang bekerja sebagai nelayan dan satu orang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah kelas XI Aliyah

Pardi sudah menghuni rumah gubuk tersebut sudah hampir 10 tahun, dan kondisi ekonomi yang memburuk membuat pria paruh bayah itu masih bertahan walau kondisi rumahnya sudah tidak layak dihuni.

Selain itu, Pardi saat ini mengalami sakit struk ringan pada bagian tangan dan kaki. Bahkan untuk mencari nafkah pun dia sudah tidak bisa lagi seperti dulu

Saat ditemui News24jam.com, pada Sabtu (09/02) Pardi mengatakan, saat ini dia hanya menggantungkan hidupnya kepada dua orang anak laki – lakinya yang bekerja sebagai nelayan itu

“Saya bukan tidak mau memiliki rumah yang bagus, boro – boro untuk membangun rumah, untuk makan sehari – hari saja saya kesulitan. Untung saja saya mempunyai dua orang anak laki – laki yang belum menikah, saat ini mereka bekerja sebagai nelayan walaupun penghasilannya tidak seberapa hanya itu yang saya harapkan untuk bisa menutupi hidup sehari – hari,” ucapnya

Dirinya berharap, agar ada sedikit perhatian dari Pemerintah atau pihak swasta untuk dapat membantu membangunkan rumahnya.

“Kami butuh perhatian Pemerintah, karena kami tidak memiliki biaya untuk membangun rumah,” harapnya seraya menambahkan agar impiannya untuk memiliki rumah layak huni dapat menjadi kenyataan. (zul)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA