Pencegahan Covid – 19, KKP Didesak Sosialisasikan di Pelindo I Sibolga

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Mar 2020 16:40 0 View news24jam

SIBOLGA NEWS – JAM 14.00 WIB

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) didesak agar segera memberikan sosialisasi pencegahan virus corona (Covid-19) di lingkungan kerja Pelindo I Cabang Sibolga.

Desakan tersebut berdasarkan dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, Augustia Waruwu. Ia mengaku kecewa terhadap KKP yang belum juga memberikan sosialisasi pencegahan virus corona (Covid-19) di lingkungan kerja Pelindo I Cabang Sibolga.

Diungkapkan Augustia, meski telah beberapa kali KSOP menyampaikan surat permohonan sosialisasi ke KKP, namun hingga kini kegiatan yang diharapkan belum terlaksana.

“Saya sudah bersurat ke KKP Sibolga agar membuat sosialisasi antisipasi virus corona ini, tetapi yang mengadakan itu harus dari Belawan, dari Pusat mereka. Toh, sampai sekarang belum juga diadakan, makanya saya marah kemarin,” kata Augustia, saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Senin (16/3).

Menurut Augustia, ada sejumlah instansi yang perlu memahami tata cara pencegahan Covid-19 saat menjalankan tugas di lingkungan pelabuhan. yakni KSOP, Bea Cukai, Imigrasi, Pelindo, serta TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat).

“Sosialisasi itu perlu pada instansi terkait yang ada di daerah Pelabuhan dan pihak agen, termasuk masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan,” sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta KKP Sibolga segera melengkapi alat pemindai suhu tubuh atau thermal scenner dan peralatan lain yang menjadi kebutuhan di Pelindo Sibolga.

Karena jika tidak, akan rentan suspect virus corona bisa menyebar dari penumpang maupun ABK (anak buah kapal) yang luput dari deteksi, saat tiba di pelabuhan bertaraf internasional tersebut.

“KKP harus melengkapi semua alat yang dibutuhkan, seperti thermal scenner. Sarung tangan dan masker juga, supaya bisa dibagi-bagikan kepada petugas yang bekerja, apabila kapal dari luar Sibolga datang,” pintanya.

Terkait kedatangan kapal MV. Edricko 3, yang bermuatan aspal curah dari Singapura di Pelindo I Sibolga. Augustia menjelaskan, KSOP mengeluarkan izin sandar setelah seluruh ABK dinyatakan aman dari suspect virus corona oleh petugas pemeriksa kesehatan KKP.

Meski demikian, KSOP tetap memberlakukan pelarangan kontak fisik antara TKBM yang terlibat dalam proses pemindahan aspal menggunakan pipa, dengan 15 ABK di atas kapal.

“TKBM tidak ada berhubungan langsung dengan ABK, selesai aspal dipindah dengan pipa, kapal langsung pergi. Mereka (ABK) itu seperti dikarantina di atas kapal,” katanya.

Dikatakan, sejak Minggu (15/3) sore, kapal MV. Edricko 3 tidak lagi berada di Pelindo Sibolga. Dan telah kembali melanjutkan pelayaran setelah menyelesaikan bongkar muatan di awal kedatangan kapal tersebut pada hari Sabtu (14/3). (ful)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA