MUI Sibolga Himbau Agar Masyarakat Tidak Mudik Jelang Ramadhan

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2020 14:34 35 news24jam

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WiB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sibolga, Sumatera Utara, mengimbau sejumlah hal sebelum memasuki bulan suci Ramadan, salah satunya untuk tidak mudik.

Dalam hal tersebut, Ketua MUI Kota Sibolga H. Aswad mengatakan imbauan tersebut usai kegiatan public hearing yang dilaksanakan di kantor DPRD setempat, Selasa, (20/04).

“Ada tiga yang kita imbau. Pertama, untuk tidak mudik menjelang puasa Ramadan dan juga hari raya Idul Fitri. Kedua, untuk tidak melakukan ziarah, ini kan tradisi keagamaan menjelang bulan puasa Ramadan dan yang ketiga, tidak melakukan mandi – mandi ke sungai atau tempat wisata atau orang Sibolga menyebutnya balimau-limau. Karena itu sifatnya mengumpulkan massa, sementara pemerintah kita menganjurkan untuk tidak berkumpul,” katanya

Lanjutnya, untuk salat tarawih, Aswad mengatakan tidak ada larangan bagi umat Islam yang ingin melaksanakannya di masjid dengan ketentuan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi sesuai dengan hasil rapat dengan gugus tugas bersama ketua gugus, Wali Kota Sibolga dan unsur terkait, kita telah menyepakati bahwa salat tarawih dilaksanakan seperti biasa, dengan catatan harus melakukan protokol kesehatan dengan tepat,” ujarnya.

Tambahnya, adapun beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum memasuki masjid kata Aswad, yakni harus menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk masjid, membawa sajadah pribadi, dan tidak berlama-lama di masjid.

“Itu sudah kita berikan edarannya dan imbauannya ke seluruh masjid di Kota Sibolga,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya juga telah menyepakati bersama dengan gugus tugas, selama kondisi Kota Sibolga masih zona hijau, beberapa kegiatan atau tradisi seperti melaksanakan safari Ramadan, buka bersama, tadarus Al-Qur’an, dan peringatan hari besar Islam untuk sementara ditiadakan.

“Itu tidak ada, hanya untuk tarawih saja, selama Ramadan, dan ini kita kunci di poin terakhir selama kondisi kita masih zona hijau. Ketika situasi berubah mungkin ada kebijakan yang lain,” terangnya. (riz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA