Foto Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai TAPTENG NEWS – JAM 16.30 WIB
Data penerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp 600 ribu di Kelurahan Lubuk Tukko (Pardagangan) bercampur dengan data warga dari Kelurahan Lubuk Tukko Baru (Muara), Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Hal itu diungkapkan Lurah Kelurahan Lubuk Tukko (Pardagangan), Hj.Sarrah Nasution saat dihubungi News24Jam.com melalui telepon seluler, Rabu (13/5).
“Itu tidak tahu kita entah orang mana, yang datang belum sampai 40, sekitar 36 – 38. Data di Lubuk Tukko 50, tapi tau-taunya orang Kelurahan Lubuk Tukko Baru (Muara) ada beberapa yang dimasukkan,” bebernya.
Saat ditanya kenapa bisa data di Kelurahan Lubuk Tukko (Pardagangan) bisa masuk ke data Lubuk Tukko (Muara), Sarrah mengatakan, itulah alasan orang itu, masih katanya KK Lubuk Tukko (Pardagangan), ketika Sarrah menanyakan ke Dinas Sosial.
Dijelaskannya, sebenarnya kalau untuk di Kelurahan Lubuk Tukko tidak memiliki kuota.
“Kan gininya itu, datang dari pusat datanya 43, kemudian kita identifikasi lah, ada yang sudah pindah dan ada yang sudah meninggal, tinggal lah 13 orang, kita bagi lah, ada yang 3 ada yang 4,” katanya.
Sarrah mengaku, data yang masuk tersebut merupakan data tahun 2010 dari pusat.
“Jadi itulah dari yang 43, 13 orang itulah yang kita ajukan yang dari kita (Kelurahan Lubuk Tukko). Cuma 13 orang. Tapi dari yang 13 orang yang kita ajukan, ada 5 orang yang tidak keluar, yang keluar itu masuk lah dari kelurahan Lubuk Tukko Baru (Muara) untuk menutupinya,” ungkapnya.
Saat ditanya tentang data 2010 yang di keluarkan, Sarrah mengatakan itu kewenangan dari Kemensos RI.
“Tapi kalau untuk bantuan Covid-19 yang dari provinsi itu belum keluar,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Tapteng, Parulian Sojuangon Panggabean yang di konfirmasi lewat telepon menyebutkan, total data yang sudah terproses untuk BLT itu ada 14.576 KK.
Namun kata Parulian, itu belum tersalurkan semua. Pasalnya posisi masuk yang sampai saat ini masih 7719 KK.
“Artinya ini masih tahap I untuk penyaluran bantuan BLT dari Kemensos. Jadi dari 14.576 itu ada yang perlu kita revisi sekitar 9 ribu,” ucapnya.
Terkait data penerima bantuan BLT dari Lubuk Tukko Muara yang masuk di daftar Kelurahan Lubuk Tukko Pardagangan, kata Parulian, itulah yang menjadi simpang siur saat ini.
Parulian mengaku, data yang input ke pusat tidak sesuai dengan yang diminta oleh Dinsos Tapteng.
“Jadi itu keputusan dari pusat semua, dan kami telah konfirmasi terus masalah itu melakukan perbaikan-perbaikan. Dan itu bukan di kita saja (Tapteng) yang masalah, tapi seluruh Indonesia seperti itu, tidak sesuai yang kita input, yang keluar gitu,” ungkapnya.
“Saat kita menanyakan hal ini ke Kemensos, sampai sekarang mereka tidak bisa menjawab. Tapi mereka terus update data. Jadi artinya pendataan ini ada di Kemensos,” ketusnya. (ful)
Tidak ada komentar