Di Kelurahan Kota Baringin, Truk Bongkar Muat di Pemukiman Warga Semraut

oleh -494 views

SIBOLGA NEWS – JAM 15.30 WIB

Truk ekspedisi yang berada di permukiman warga di Kelurahan Kota Baringin, Sibolga, membuat warga sekitar serta pengendara yang melintas resah dengan aktivitas bongkar muat yang dilakukan di kawasan tersebut.

Posisi truk yang semrawut mengakibatkan badan jalan menjadi sempit, hal itu juga terkadang menimbulkan macet.

“Ketika pekerja membuka terpal penutup truk, abunya beterbangan. Bahkan abunya masuk ke dalam rumah,” ucap seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan kepada wartawan, Selasa (23/6).

Warga berharap, pemerintah daerah memberi tindakan tegas terhadap aktivitas bongkar muat truk ekspedisi tersebut.

“Kita minta pemerintah mencari solusinya. Supaya aktivitas bongkar muat truk ekspedisi di Kota Baringin ini tidak mengganggu kenyamanan dan ketenteraman warga,” timpalnya.

Seorang pengendara sepeda motor yang melintas juga mengaku, merasa tidak nyaman ketika melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Terkesan Dikerjakan Asal – Asalan, Fasilitas Bermain Di Ujung Sibolga Sudah Rusak

Alasannya, dikarenakan posisi truk yang tidak teratur (semrawut), sehingga mengakibatkan badan jalan menjadi sempit.

Sementara, Lurah Kota Baringin, Elprider Purba, tidak menampik fenomena tersebut di wilayah tugasnya.

Kepada wartawan, Selasa malam, Elprider Purba, mengaku sudah berulangkali mengimbau pelaku usaha agar menertibkan truknya saat bongkar muat. Dan hal itu Dia lakukan bersama Babinkamtibmas, Babinsa serta Kasi Trantib.

Selain itu, Elprider juga menjelaskan, pada tahun 2018 lalu, pihaknya sudah mengundang para pelaku usaha untuk musyawarah, bagaimana aktivitas truk tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat, dan juga pengguna jalan.

“Waktu itu kita juga mengundang Dishub, Satpol PP dan juga 20 pemilik usaha, untuk mengambil kesimpulan apa yang terbaik untuk pelaku usaha. Sudah disepakati menggunakan sistem bongkar muat satu jalur,” katanya.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Tebing di Perbatasan Tapteng-Humbahas Longsor

Namun, kenyataan di lapangan, banyak masyarakat yang mengeluh dan secara kasat mata juga terlihat bahwa mereka (pelaku usaha) telah menyalahi kesepakatan.

“Kalau mereka parkir, hendaknya jangan memakai seluruh badan jalan. Kita selalu arahkan, hanya sebagian saja dan tetap gunakan sistem satu jalur kalau mau bongkar muat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, beberapa pelaku usaha beralasan dan mengaku kalau sopirnya yang bandal dan sesuka hati melakukan kegiatan bongkar muat di badan jalan.

“Terus terang, kami selaku aparat kelurahan tidak pernah bosan menyampaikan imbauan kepada pelaku usaha. Kita akan mencoba cari solusi, mungkin selesai masa pandemi nanti lah,” ucap Elprider.

Dia mengakui, aktivitas bongkar muat di badan jalan saat ini semakin merajalela, jangankan mobil, motor pun susah lewat. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *