Ketua KNTM Sibolga Tanggapi Pernyataan Paslon Walikota Mengenai Pukat Trawl

oleh -1.998 views
Ketua KNTM Sibolga, Ikhmalluddin Lubis atau Immad

SIBOLGA NEWS – JAM 14.30 WIB

Ketua Kelompok Nelayan Tolong Menolong (KNTM) Sibolga, Ikhmalluddin Lubis atau Immad menanggapi pernyataan dari salah satu pasangan bakal calon (Balon) Wali Kota Sibolga, tentang persoalan Pukat trawl di Pantai Barat Sumatera, pada Minggu (2/8) yang lalu.

“Saya menjawab pernyataan saudara Balon Wali Kota, pelaku, pengusaha perikanan yang katanya taat kepada hukum, tidak melakukan usaha yang ilegal. Saya tau atas nama dalam usaha tersebut memang tidak ada tertulis atas nama saudara, tapi jelas publik mengetahui bahwa anda itu pelaku pengusaha ilegal fishing selama puluhan tahun,” ketusnya, Rabu (5/8).

Baca Juga :  Tim Biddokkes Poldasu Periksa Kesehatan Polisi di Sibolga

Immad menegaskan, sebagai sosok calon pemimpin di Sibolga, semestinya tidak membohongi masyarakat. Karena menurutnya, itu tidak tepat bagi seorang calon pemimpin untuk menghilangkn jejak kaki yang berlumpur.

“Tidak mudah dengan berslogan Janji Manis, filosofi kalian pengusaha pukat trawl, Tuhan saja bisa kalian dustai, apalagi manusia. Mana mungkin pengusaha pukat trawl bisa tumpur. Karena selalu membawa hasil pulang, mereka mencari ikan ditempat rompun nelayan, pukat trawl tidak pernah membuat rompun dilaut, hanya mengambil hasil dan merusak rumpon yang di buat oleh nelayan kecil,” bebernya.

Sehingga dengan demikian, Immad mempertanyakan apakah Bakal calon seperti itu layak dipilih oleh masyarakat Sibolga, khususnya nelayan kecil.

Baca Juga :  Soal Dugaan Penipuan Oknum Pegawai BNI, Itu Masalah Pribadi Tidak Terkait Dengan BNI

Tak hanya itu, Immad juga menceritakan tentang kejadian pada tahun 2002. Saat itu, kapal-kapal Pukat Trawl hanya tertambat di tempat sandaran masing-masing, sebab tidak mampu bersaing dengan Pukat Thailand yang masuk ke Pantai Barat.

Sehingga, para pengusaha Pukat trawl hampir mengalami penurunan hasil yang sangat drastis (Tumpur). Dan, meminta tolong kepada nelayan kecil untuk menolak kedatangan Pukat Thailand masuk ke laut Samudera, khususnya Pantai Barat.

“Yang menolak Pukat Thailand itu siapa? Itukan nelayan kecil? Ada nelayan Trawl yang unjuk rasa?,” tanya Immad. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *