Kamad dan Komite Sekolah Negeri MIN 4 Tapteng Bantah Isu Pungli Pembuatan Kanopi

Tapanuli Tengah2374 Dilihat

TAPTENG NEWS – Kepala Madrasah (Kamad) bersama Ketua Komite dan Orang Tua Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tapteng membantah adanya pungutan liar (Pungli) pembuatan kanopi di lokasi sekolah MIN 4, Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Isu tidak benar tersebut, diduga Kepala Madrasah Min 4 melakukan kutipan Rp 100 ribu persiswa pada tanggal 2 Februari 2025 yang sempat viral beredar di media sosial.

“Selaku Kepala Madrasah pertama sekali saya melontarkan program kepada Komite Sekolah untuk pemasangan kanopi, sehingga membuat musyawarah dengan orang tua siswa,” kata Kamad MIN 4 Tapteng Suriono Lathif saat dikonfirmasi wartawan, Senin (3/2/2025).

Suriono menerangkan bahwa musyawarah itu bersama orang tua siswa digelar selama tiga gelombang untuk kesepakatan bersama dalam pembuatan kanopi di lokasi sekolah yang dikenakan biaya Rp 100 ribu bagi orang tua siswa yang mampu.

“Nah bagi orang tua siswa yang kurang mampu itu tidak dipaksakan melaikan hanya seikhlasnya saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite MIN 4 Tapteng, Samrul Hutabarat menjelaskan bahwa musyawarah tersebut dilakukan untuk berinfak dalam perbaikan dan pembangunan sekolah agar para siswa yang sedang proses belajar mengajar dan bermain dilokasi sekolah.

“Memang musyawarah itu kita lakukan tiga tahap, karena tahap pertama untuk kelas lima dan enam, tahap kedua kelas satu dan dua, tahap ketiga kelas tiga dan empat,” jelasnya.

Kemudian dia juga membeberkan hasil musyawarah dengan orang tua itu karena ketidaknyamanan para siswa yang bermain di halaman sekolah akibat cuaca terik panas matahari di pukul 10.00 WIB.

“Jadi mereka sudah capek belajar didalam kelas ketika jam istirahat mereka hendak bermain riang di halaman dan itu kebijakan oang tua bukan usulan sekolah,” jelasnya sembari menambahkan bahwa pihak sekolah hanya memfasilitasi musyarawah orang tua siswa.

Maka dari itu sambungnya, sekolah mengajak orang tua siswa untuk melakukan musyawarah dalam mengatasi ketidaknyamanan siswa bermain di sekolah akibat cuaca panas matahari yang ditambah pohon-pohom disekitar lokasi sekolah minim.

“Singkatnya sepakatlah orang tua berinfak ke sekolah bagi satu orang siswa infaknya Rp100 ribu dam bagi dua orang siswa anaknya disekolah minimal Rp 200 ribu serta bagi tiga orang anak tetap Rp 200 ribu dan yang tidak mampu hanya seiklasnya saja,” terangnya.

Tak hanya itu, dia menyebutkan terhadap pihak yang menuduh bersekongkol dengan Kepala Madrasah untuk mengambil keuntungan pribadi, pihaknya mendo’akan kepada Allah SWT agar mereka mendapat hidayah.

“Orang tua murni ingin membangun sekolah, bagaimana anak-anak mereka bisa belajar dengan baik, senang, menjadi anak anak yang berprestasi,” ucapnya.

Sementara mewakili orang tua siswa menyampaikan dukungam kepada sekolah terkait masalah infak yang tidak ada fatokan nominal.

“Ada surat terlampir yang dikirim kepda kami jika tidak mampu dengan nominal yang ditetapkan sekolah, boleh berinfak seikhlasnya. Karena disekolah MIN 4 Tapteng ini memang jam 10 cuaca sangat panas sekali jadi kasihan anak-anak saat bermain makanya kami musyawarah merealisasikan untuk kenyamanan anak-anak belajar di sekolah MIN 4 Tapteng ini,” bebernya. (Erman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *