Bulog Sumut Sedia 56.176 Ton Beras, Siap Salurkan Bantuan Pangan ke 1,75 Juta KPM,

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 18:02 5 news24jam

JAKARTA NEWS – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penyaluran bantuan pangan pemerintah sepanjang 2026.

Hingga awal Juni 2026, Bulog Sumut menguasai stok beras sebanyak 56.176 ton yang telah tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara, sehingga siap disalurkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto menuturkan stok beras tersebut berada dalam kondisi siap salur, termasuk untuk daerah kepulauan dan wilayah yang memiliki tantangan distribusi seperti Nias dan Balige.

“Kondisi stok Bulog di Sumatera Utara saat ini sangat aman. Jumlahnya sekitar 56.176 ton dan sudah tersebar merata di seluruh wilayah Sumatera Utara sehingga siap disalurkan kapan saja diperlukan,” tuturnya, Jumat (12/6).

Selain menjaga cadangan beras pemerintah, Bulog juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Hingga saat ini, realisasi distribusi bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 telah mencapai 717.528 keluarga penerima manfaat (KPM) atau 40,84 persen dari target 1.756.846 KPM di Sumatera Utara.Setiap keluarga penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

“Dari realisasi tersebut, kami telah menyalurkan sekitar 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat,” kata Budi.

Menurutnya, sejumlah kendala distribusi yang sempat terjadi akibat cuaca buruk, gangguan pasokan listrik karena robohnya jaringan SUTET, hingga persoalan pengemasan kini telah berhasil diatasi.

Bulog juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penyediaan generator set (genset) di sejumlah gudang penyimpanan agar proses distribusi tidak terganggu.

“Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi. Saat ini seluruh proses distribusi sudah terkendali dan tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, pemerintah berencana melanjutkan program bantuan pangan pada Juli 2026 setelah penyaluran tahap Februari-Maret berakhir pada 30 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat, program tersebut akan kembali menyasar sekitar 33,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 1,75 juta keluarga penerima manfaat di Sumatera Utara.

Menurutnya, keberlanjutan program bantuan pangan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak gejolak harga pangan.

“Dengan bantuan beras dan minyak goreng gratis, masyarakat yang rentan dapat tetap memperoleh akses pangan yang cukup,” jelasnya.

Selain bantuan pangan, Bulog Sumut juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sejak Maret 2026, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 17.294 ton atau sekitar 35,36 persen dari target tahunan sebesar 49.043 ton.

Budi menyebut pemerintah pusat berpeluang menambah kuota SPHP untuk Sumatera Utara guna memperkuat pasokan beras di pasar dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) hingga akhir tahun.

“Rencananya ada penambahan target SPHP untuk Sumatera Utara. Ini berarti pasokan beras ke pasar dan RPK akan semakin bertambah sehingga stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terus terjaga sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Selain beras, Bulog Sumut juga memiliki stok pangan strategis lainnya untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Saat ini, persediaan jagung mencapai sekitar 4.230 ton yang dipusatkan di wilayah Medan. Menurut Budi, stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peternak petelur mandiri yang sebagian besar berada di kawasan Medan, Binjai, dan Serdang Bedagai.

Sementara itu, stok minyak goreng yang dikelola Bulog mencapai sekitar 880 ribu liter dan telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Untuk komoditas gula kristal putih, Bulog saat ini memiliki persediaan sekitar 430 ton guna mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan di pasaran.

“Kami memastikan seluruh komoditas yang menjadi penugasan pemerintah berada dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Budi.

Dengan dukungan stok beras, jagung, minyak goreng, dan gula yang memadai, Bulog optimistis dapat menjaga ketersediaan pangan serta membantu pemerintah mengendalikan gejolak harga bahan pokok di Sumatera Utara. (int)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA