Pemerintah Tanggapi Ultimatum BEM SI Jateng soal Rupiah

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Jun 2026 18:58 22 news24jam

JAKARTA NEWS – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah segera mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. BEM SI Jawa Tengah bahkan memberikan tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi lanjutan bertajuk Reformasi Jilid II.

Menanggapi ultimatum tersebut, Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menerima aspirasi mahasiswa sebagai bentuk masukan yang konstruktif.

“Beberapa hari ini, saudara saksikan bahwa kita betul-betul bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita. Ini memang tentu tidak mudah, dan dipengaruhi oleh banyak faktor,” kata Prasetyo, Minggu (14/6).

Menurutnya, berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan batas waktu tertentu. Kendati demikian, pemerintah memahami semangat yang ingin disampaikan mahasiswa melalui tuntutan tersebut.

“Mohon maaf, tidak semua itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud oleh adik-adik ini adalah semangatnya, yakni bagaimana bekerja keras di sektor ekonomi,” ujarnya.

Prasetyo menegaskan bahwa persoalan ekonomi merupakan isu kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, sehingga membutuhkan koordinasi serta kebijakan yang saling mendukung antarsektor.

“Pemerintah saat ini terus bekerja keras guna mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia,” katanya.

Ia juga optimistis langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dapat memperbaiki kondisi perekonomian nasional dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Kita yakin bahwa langkah yang diambil pemerintah bisa memberi kepastian kepada para pelaku usaha, serta bisa mengatasi permasalahan ini segera,” pungkasnya. (int)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA