Aktivitas Bongkar Muat Kapal Bom di Tangkahan Alindo dan Manullang Bebas Beroperasi SIBOLGA NEWS – Aktivitas kapal yang menggunakan bahan peledak atau yang biasa disebut sebagai kapal bom masih bebas beroperasi di wilayah Kota Sibolga.
Berdasarkan informasi dari lapangan bahwa aktivitas bongkar muat kapal bom ini berlangsung aman di Tangkahan Alindo dan Tangkahan Bintang Laut atau yang kerap disebut masyarakat Tangkahan Manullang yang berada di jalan K.H.A Dahlan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Aktivitas Bongkar Muat Kapal Bom di Tangkahan Alindo Bebas Beroperasi
Dari informasi masyarakat sekitar di Tangkahan Alindo Sibolga muncul nama Amir disebut sebagai pemilik kapal serta disebut sebagai pemain lama yang tidak pernah dapat ditindak oleh petugas Aparat Penegak Hukum.
Sementara itu di Tangkahan Bintang Laut (Manullang) ada beberapa pemain kapal bom yang disebut warga, bernama Jon Tatang atau Samani, dan Manullang Oknum TNI AL.
“Kalau disini si Amir yang biasa bongkar muat kapal bom bang, dan itu pun sudah banyak yang tau bang, apalagi kami masyarakat disini. Kalau yang di Tangkahan si Manulang beda lagi orangnya bang yang main,” ungkap salah seorang warga sekitar yang kesehariannya sebagai nelayan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/10/2026).

Dia juga merasa heran melihat aktivitas bongkar muat kapal pengguna bahan peledak tersebut masih bebas beroperasi di Kota Sibolga, mengingat tragedi tanggal 24 Januari 2022 lalu yang terjadi sebuah ledakan keras yang disebabkan bom ikan di Tangkahan Baringin, Sibolga.
“Padahal peristiwa yang lalu di dekat Tangkahan Alindo ini juga meledak bom ikan itu yang melululantahkan rumah warga sekitar ditambah ada beberapa orang korban mengalami luka luka,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar aparat penegak hukum khususnya, TNI AL (Lanal Sibolga) Satpolairud Polres Sibolga, PSDKP dan instansi terkait untuk segera menindak aktivitas ilegal tersebut guna menghindari peristiwa ledakan bom ikan yang terjadi sebelumnya di kota Sibolga.
“Saya juga gak tahu siapa si Amir ini yang berani beroperasi di Sibolga. Kabarnya ini pemain lama sih terdengar dilapangan,” jelasnya.
Kemudian, katanya, selain mengancam habitat ikan di laut, aktivitas ini juga mengancam keselamatan masyarakat yang ada di sekitar tangkahan.
“Yah pada intinya bang, jangan sampai terulang kembali. Kami minta tolong kepada TNI Angkatan Laut, Polri dan Instansi vertikal lainnya, agar menindak tegas aktivitas berbahaya ini karena ini mengancam nyawa masyarakat sekitar,” sebutnya.
Dirinya juga curiga ada keterlibatan oknum atau petugas yang diduga menerima sesuatu terkait aktivitas ilegal tersebut sehingga bisa berjalan mulus keluar masuk wilayah perairan Sibolga dan Tapteng.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada diperoleh keterangan atau informasi lebih dari Instansi terkait lainnya yakni seperti Danlanal Sibolga, Polres Sibolga dan Kepala PSDKP Sibolga. (Red)
Tidak ada komentar