Proyek Penahan DAS di Sibuluan “Akan” Ambruk

Tapanuli Tengah828 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 13.00 WIB

Proyek pekerjaan tembok penahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sibuluan yang dikerjakan oleh  PT Duta Sumatera Perkasa dengan Anggarannya bersumber dari APBN 2017, diposkan pada BPBD Tapteng sebesar Rp. 4.863.536.600 “akan” segera ambruk. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPD LSM LMPHP Sumut Martobak Silitonga kepada News24jam.com

Dijelaskannya, proyek yang dikerjakan pada tanggal 12 September 2017 yang lalu itu terlihat sudah hancur. Sebab pada waktu pengerjaan terlihat asal jadi dan asal – asalan, sehingga kualitasnya menjadi buruk, untuk itu diminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk menunda pencairan dana proyek ini.

“Padahal proyek ini sudah menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah, ada kejanggalan pada saat pengerjaan yaitu itu di antaranya dilihat dari pemasangan sheet pile beton yang tidak tegak lurus (miring,red) dan tidak nyambung, sehingga kesannya asal jadi,” katanya

Lanjutnya, sepertinya saat pemasangan sheet pile ini luput dari pengawasan. Atau bisa jadi keahlian pengawasnya diragukan pada bidang pekerjaan ini. Pasalnya, terdapat rongga menganga di antaran sheet pile yang miring – miring, seharusnya tidak ada rongga ataupun celah di antara sheet pile yang ditanam karena sudah ada ukuran pabrikasinya.

“Panjang sheet pile beton ini kan 12 meter, seharusnya masing-masing ditanam sedalam 6 meter. Tetapi di lapangan tak seperti itu,” ujar

Selain itu, terdapat berbagai kejanggalan lainnya seperti pada pekerjaan pembuatan kubus balok yang terbuat dari cor beton, bahkan diduga tidak memakai tulangan besi

“Perlu juga diperiksa sampel kubus balok ini karena diduga tidak sesuai mutu dan kualitas. Bila perlu diujicoba ke laboratorium di Medan,” ucapnya

Dia meminta kepada BNBP pusat di Jakarta segera turun meninjau proyek tembok penahan DAS Sibuluan ini sebelum mencairkan anggarannya.  “Begitu pula kepada BPK, supaya turut mengawasi penggunaan anggaran bencana alam ini,” tegasnya.

Dirinya berharap, proyek ini tidak menjadi azas manfaat oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi maupun golongan.

“Kita sangat mendukung pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Tapteng. Tetapi hendaknya pembangunan ini jangan asal dikerjakan. Karena anggaran yang dialokasikan tidak sedikit,” ujarnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed