Vaksin Rabies Untuk Hewan Kurang

Daerah2480 Dilihat

MEDAN NEWS – JAM 16.00 WIB

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Klinik Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Hasadi Halomoan mengaku kekurangan vaksin rabies untuk hewan.

Pasalnya, sudah mengajukan pengadaan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 sebanyak 50 ribu vaksin, nun hanya teralisasikan 1000.”Jumlah Vaksin Rabies ada 1000 yang ada, kita menganggarkan 50 ribu pun untuk khusus klinik hewan ini saja,” kata Hasadi Halomoan.

Hasadi mengatakan, pada beberapa hari lalu sudah memberikan vaksinasi pada hewan peliharaan, baik itu anjing dan kucing. Pemberian vaksin kepada hewan ini tidak dipungut biaya apapun, artinya gratis kepada masyarakat.

“Beberapa hari lalu kita sudah berikan vaksinasi kepada hewan peliharaan. Masyarakat bisa langsung bawa hewan peliharaannya ke sini,” katanya.

Menurut dia, kekurangan vaksin rabies sudah dianggarkan di APBD namun tidak terealisasikan sampai dengan sekarang. Hasadi Halomoan mengatakan, klinik ini hanya melayani pemberian vaksin kepada masyarakat di sekitaran Kota Medan saja.

“Kita sudah menganggarkan ke APBD tetapi tidak direalisaikan,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menyosialisasikan untuk sesegera mungkin memberikan vaksin rabies kepada hewan peliharaan. Karena jika terlambat, akan membawa virus menular yang menantikan ini.

Jika masyarakat terbentuk biaya untuk membawa ke dokter hewan, atau pet shop, bisa datang ke Klinik Hewan.

“Kita sudah pernah sosialisasi kepada mereka tetapi tidak ada mau juga masyarakat,” ucapnya.

Dirinya mencontohkan daerah yang memiliki hewan penular rabies terbanyak, yaitu di Nias. Akan tetapi pihak sudah pernah menyosialisasikan untuk segera mungkin diberi vaksin, namun kesadaran masyarakat dinilai kurang.

“Nias itu juga sudah pernah kita apakan. Di sana itu endemik, masyarakat juga sulit untuk diapain,” kata dia.

Selanjutnya, pria ini mengatakan, bahwa tenaga kesehatan, yaitu dokter hewan di klinik tersebut masih sangat terbatas, artinya kekurangan. Makanan, setiap kali masyarakat datang pihaknya selalu keteteran.”Kami kekurangan tenaga SDM juga untuk dokter hewan,” ucapnya.

Pada tahun lalu, UPT Klinik Hewan ini tidak mendapatkan jatah vaksin rabies karena tidak dianggarkan dalam APBD. Ia mengatakan, sudah mengajukan akan tetapi tidak teralisasikan.

“Tahun lalu kami tidak ada vaksin karena tidak ada dianggarkan dalam APBD,” ucapnya.

Terhitung mulai dari Januari-Maret 2019, sebanyak 182 hewan penular virus rabies sudah diberikan vaksin. Pemberian vaksin ini tidak dijemput oleh pihaknya, akan tetapi masyarakat datang langsung mengantarkan hewan peliharaan ke Klinik Hewan.

“Untuk bulan Januari 57 untuk pemberian vaksin atau kesehatan lainnya. Bulan Februari 62 sudah kita berikan.

Bulan Maret 63 pemberian vaksin. Artinya setiap hari selalu ada yang membawa hewan untuk diberikan vaksin,” katanya. (Tr/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed