Serikat Buruh Sejatera Indonesia (SBSI) kota Sibolga menggelar aksi Unjuk Raksa (Unras) didepan kantor DPRD Sibolga SIBOLGA NEWS – JAM 10.20 WIB
Serikat Buruh Sejatera Indonesia (SBSI) kota Sibolga menggelar aksi Unjuk Raksa (Unras) didepan kantor DPRD Sibolga, terkait pemecatan secara sepihak kepada 3 karyawan PT Pertamina Depot Sibolga yakni Urmai Tahan Nainggolan, Bobby Luther Hutagaol dan Ahmad Sayuti Lubis. Ketiganya adalah Satpam. Selasa (25/6)
Kordinator Aksi Douglas Sitorus dalam orasinya menyampaikan ketiga karyawan atau Satpam yang dipecat secara sepihak oleh PT Pertamina Sibolga mengaku tidak berterima dengan pemecatan mereka, karena mereka dituduh ikut bermain dalam pencurian minyak.
“Mereka dipecat karena dituduh telah ikut melakukan pencurian minyak dengan beberapa karyawan bagian pengisian BBM yang juga sudah diberhentikan. Sementara, tupoksi mereka sebagai Satpam, tidak ada kaitannya dengan pengisian minyak, kenapa malah mereka ikut dipecat. Itu yang mereka tidak berterima, ada yang janggal dengan alasan pemberhentian ketiga Satpam tersebut,” ucapnya
Pihak TBBM Pertamina Sibolga tidak pernah melaporkan mengenai kehilangan minyak ke pihak yang berwajib.
“Kalau memang ada minyak yang hilang, kenapa gak dilapor polisi. Laporlah polisi, biar ketahuan siapa pemain yang sebenarnya,” sebutnya
Tak hanya itu, keanehan lainnya dalam perkara pemberhentian ketiga Satpam tersebut, yakni tidak diberhentikannya beberapa pegawai tetap pertamina. Padahal, dalam masalah kehilangan minyak di TBBM Pertamina Sibolga tersebut, ada beberapa karyawan tetap yang juga dinyatakan bersalah atau ikut terlibat dalam pencurian minyak tersebut.
“Kenapa mereka karyawan tetap tidak ikut diberhentikan, kenapa malah mereka yang tidak terlibat diberhentikan. Kami menduga, ketiga Satpam ini menjadi tumbal mereka atas kehilangan minyak tersebut. Agar ada yang disalahkan dalam kejadian tersebut, harus ada yang di-PHK. Dan pihak menajemen memilih menumbalkan ketiga Satpam ini,” ujarnya
Dalam aksi SBSI tersebut, mereka mendesak pihak Pertamina agar memberhentikan para karyawan tetap yang ikut terlibat atau mempekerjakan kembali ke 3 Satpam tersebut.
“Kalau tidak mau memberhentikan, berarti ada yang janggal di Pertamina Sibolga. Kami menduga ada ‘permainan’ yang memang dilakukan secara berjamaah. Makanya, mereka gak berani memberhentikan karyawan tetap tersebut. Apakah karena hasilnya mereka makan bersama, kita gak tahu. Tapi, sementara ini, penilaian kami dari SBSI menyikapi masalah ini, begitu,” koarnya
Kami mendesak para wakil rakyat menyikapi persoalan yang dialami warga Sibolga yang bekerja sebagai buruh perusahaan. PT Pertamina Depot Sibolga melakukan pemecatan terhadap 3 orang Security secara sepihak, karena dituduh mencuri BBM. Namun hal yang dituduhkan itu tidak terbukti
“PHK sepihak tanpa ada kejelasan yang dilakukan oleh PT Pertamina Sibolga dinilai sudah melanggar Undang – Undang Pemerintah, PHK sepihak tanpa ada kejelasan, dituduh mencuri BBM dan tidak terbukti. membersihkan nama baik yang dituduh dan polisi diminta mengusut yang mencuri minyak,” pungkasnya
Amatan dilapangan, perwakilan dari beberapa anggota SBSI dipersilahkan masuk ke gedung DPRD dan langsung diterima oleh Anggota DPRD Sibolga Rivorman Saleh Manalu, Manahan Damunthe dan Laosoki Gulo. (hen)
Tidak ada komentar