SIBOLGA NEWS – JAM 15.30 WIB
Praktik pengecoran solar subsidi ditemukan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Taman Bunga, Sibolga. Senin (23/9).
Saat itu, mobil AVP bernomor polisi BB 1668 NA sedang membeli solar subsidi dengan dimasukan ke dalam tangki yang sudah dimodifikasi yang diletakkan pada kursi penumpang bagian belakang.
Pemilik kendaraan sengaja memodifikasi tangki (orang setempat biasa menyebut tangki setan) lebih luas, agar bisa memuat solar jauh lebih banyak.
Melihat kondisi yang tidak wajar tersebut, wartawan memfoto kendaraan, ketika wartawan memfoto pekerja di SPBU dengan sigap langsung menghentikan pengisian solar dan menyuruh pemilik kenderaan APV untuk bergegas pergi meninggalkan SPBU
Sementara Poltak Parluhutan Silaban salah seorang warga, mengaku gerah dengan pengisian BBM yang curang tersebut. Pasalnya, hampir setiap hari terjadi antrian di SPBU, sehingga warga kerap tidak kebagian Premium dan Solar.
“Kami selalu tidak kebagian bensin. Terpaksa mengisi pertalite. Entah kenapa, padahal mobil tangki minyak datang terus setiap hari,” ucapnya
Untuk itu, ia berharap, pihak terkait diminta untuk menindaklanjutinya agar kasus serupa tidak terus terulang.
“Tolonglah keadaan seperti ini ditindaklanjuti oleh pemerintah atau aparat hukum. Jika ada unsur pidana, tolong ditindak,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun, solar subsidi yang diborong pengecer itu diduga dijual ke tangkahan. Hal itu bisa dilihat dari plat nomor kendaraan saat melakukan pengecoran solar di SPBU.
Jika melihat dari selisih harga solar subsidi dan nonsubsidi yang demikian tinggi, sangat beralasan jika pengecor solar menjual ke pihak industri. Saat ini harga solar subsidi hanya Rp5.150 per liter, sementara harga solar industri atau nonsubsidi sudah tembus Rp12.400 per liter. Sehingga terjadi selisih harga sebesar Rp7.250 per liter. (tim)






