TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB
Seorang ibu paruh baya bernama Sorta Pasaribu (54), warga Dusun ANJ Agri Siais, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang ditumpanginya menyenggol sepeda motor lainnya, saat hendak mendahului.
Kejadian laka lantas yang menewaskan pemudik yang hendak bertahun baru ke kampung halamannya di Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan (Humbahas) ini, terjadi di KM 44 Jalinsum Sibolga Padang Sidempuan, tepatnya di Dusun Parira, Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (31/12), sekitar jam 19.20 WIB.
Tidak hanya menewaskan Sorta Pasaribu, pengendara sepeda motor lainnya, Muhammad Sahrial (21), dan Sri Masyuli Manullang (20), terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sibabangun akibat menderita luka – luka pada bagian kaki dan tangan.
Tidak hanya sampai disitu, Muhammad Sahrial yang mendapatkan luka serius pada bagian perut, terpaksa di rujuk ke RSUD Pandan, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun, peristiwa laka lantas ini bermula saat sepeda motor Honda Mega Pro nomor BM 2598 WC, yang dikemudikan Muhammad Sahrial, warga Pekan Baru, Riau, melaju dari arah Sidempuan menuju Kota Pandan.
Sementara di belakangnya satu unit sepeda motor Honda Supra GTR nomor polisi BB 2339 HS, yang dikendarai Aril Nainggolan (27), warga Dusun ANJ Agri, Kelurahan Pardomuan, Tapsel, melaju dengan arah yang sama.
Sesampai di TKP, septor Honda Supra GTR yang dikendarai anak kandung korban, Aril Nainggolan, bermaksud hendak mendahului septor Honda Mega Pro yang dikendarai Muhammad Sahrial.
Saat nyelip dan hendak kembali ke posisi sebelah kiri jalan, bagian belakang septor Supra GTR menyenggol ban depan septor Honda Mega Pro. Kemungkinan pengemudi septor Honda Supra GTR, terlalu cepat kembali ke jalur kiri jalan.
Tak ayal, kedua sepeda motor terjatuh. Sorta Pasaribu, yang dibonceng Aril Nainggolan terhempas ke jalan dan mengalami luka robek pada bagian kepala dan wajah. Sorta yang mengalami pendarahan langsung tewas di tempat.
Sementara Muhammad Sahrial mengalami luka – luka pada bagian tangan, kaki dan perut. Sri Masyuli Manullang, warga Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, yang dibonceng Muhammad Sahrial, tak luput dari luka – luka. Mahasiswa UMSU Medan ini menderita luka lecet pada bagian kaki dan tangan.
“Saat hendak mendahului, mereka langsung ambil jalur kiri. Makanya sepeda motor saya tersenggol,” ujar Muhammad Sahrial, sewaktu di temui di Puskesmas Sibabangun.
Peristiwa laka lantas yang mengambil. korban jiwa ini dibenarkan Kapos Lantas Pinangsori – Sibabangun Bripka Dedy Sitompul. Ia menyebutkan jika peristiwa laka lantas tersebut telah ditangani Unit Laka lantas Polres Tapteng.
“Kejadiannya sekitar jam 19.20 WIB. Korban luka – luka sudah dilarikan ke Puskesmas Sibabangun. Sementara korban tewas langsung kita bawa ke RSUD Pandan untuk keperluan visum,” katanya.
Sebelumnya, salah seorang kerabat korban bermarga Pasaribu menyebutkan, jika mereka hendak bertahun baru di kampung halamannya di Kecamatan Pakkat, Humbahas. Dari Angkola Selatan, mereka bergerak menuju Humbahas dengan menaiki sepeda motor sebanyak 3 unit. Saat kejadian Pasaribu yang berboncengan dengan istrinya, serta satu sepeda motor lainnya yang dikemudikan anak korban, berada di depan sekitar 4 km.
“Kami sudah lumayan jauh didepan. Kami tau setelah Aril menelepon. Kami langsung balik kebelakang menuju TKP,” ungkap Pasaribu, dengan suara lirih di lokasi peristiwa. (ben)






