Kepala Seksi Kefarmasian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Jenni Ida Lamria Simanjuntak SIBOLGA NEWS – JAM 09.20 WIB
Dari hasil pantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sibolga ke SD dan SMP, diakui masih banyak ditemukan pedagang jajanan yang tidak higienis di luar sekolah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Kefarmasian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Jenni Ida Lamria Simanjuntak.
Ia menyebut, umumnya pedagang di luar sekolah kurang mempedulikan aspek kesehatan serta kebersihan jajanan yang dijual kepada anak.
Karena dari beberapa jenis makanan dan minuman yang dijual, terkandung bahan pemanis buatan juga pewarna tekstil.
Jika zat – zat tersebut terkomsumsi anak, sangat berbahaya bagi kesehatan serta dapat menghambat pertumbuhan otak anak.
“Ada kami (Dinas Kesehatan Sibolga) temukan jajanan seperti Frenta, itu sebenarnya gak boleh, karena itu mengandung pemanis buatan.
Kemudian, mi instan yang air rebusannya dipakai berulang-ulang kali, dan itu kami temukan dari pegagang di luar sekolah,” ujar Jenni, di ruang laboratorium Dinkes Sibolga, baru-baru ini.
Guna melindungi anak dari jajanan tidak sehat, kata Jenni, Dinas Kesehatan rutin memberikan pembinaan kepada pengelola kantin di setiap sekolah. Dan sekaligus, memberikan pembinaan ke pedagang yang berada di luar sekolah.
Meski demikian, kata Jenni, pihak sekolah lebih bertanggungjawab dalam mengawasi siswa yang gemar jajan di luar sekolah.
“Per triwulan kami ada lakukan pembinaan. Pihak sekolah sendiripun, harusnya ambil tindakan mengenai diizinkankan apa tidaknya pedagang di luar sekolah,” sebutnya. (riz)
Tidak ada komentar