Nelayan Penjaring Salam di jalan K.H Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga SIBOLGA NEWS – JAM 16.00 WIB
Nelayan Penjaring Salam di jalan K.H Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, kembali mengeluhkan Pukat Trawl atau pukat ikan (PI) yang kembali beroperasi di wilayah zona tangkap nelayan kecil.
Masuknya Pukat Trawl di zona nelayan kecil yakni berada di pulau Situngkus, Mursala, Kalimantung, Pulau Ilik, Batu Dinding, dan pulau Sitolu-tolu.
Hal tersebut dikatakan Khairuddin Tanjung, seorang nelayan tradisional seraya mengaku, bahwa jaring miliknya telah tersapu oleh pukat trawl yang beroperasi beberapa waktu lalu di wilayah tangkap nelayan kecil.
“Ini jaring yang kena seret ada enam unit, ini saya lagi kerjakan (diperbaiki) yang dihantam PI, itu kejadiannya tiga hari yang lalu, yang di hantam itu ada dua boat, boat Sorkam dan Sibolga, kita kejar juga PI nya dan dapat, sekarang masih dalam proses bagaimana cara penggantiannya,” katanya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa Pukat trawl dan nelayan kecil sangat dekat, sehingga dimana ada nelayan kecil, disitu ada pukat trawl.
“Jadi begini, dimana ada nelayan kecil ramai dia pasti narik disitu, karena disitu lah dia tau itu ada banyak ikan,” ucapnya.
Dia juga menyebut, pukat trawl yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil berasal dari Kota Sibolga.
“Pukat trawl nya bagaimana lah kita bilang, di Ancol pun banyak, tangkahan Sebutir Padi itu banyak disitu, di seberang juga ada (Pondok Batu) memang asalnya Sibolga semua,” terangnya.
Sementara nelayan lain, Zainal Efendi Tanjung, juga mengeluhkan sebanyak 66 unit Rabo (Rumpon Ikan) milik nelayan di sekitaran pulau ilik dan pulau Mursala habis tersapu pukat trawl.
“Rabonya cuma tinggal satu tiang aja, sementara modal bikin Rabo minimal Rp 300 ribu satu tiang, itu ada 66 tiang yang hilang habis di sapu PI,” ucap Zainal.
Sementara Rabo tersebut berfungsi sebagai tempat ikan berkumpul yang khusus di jatuhkan nelayan untuk memancing dan menjaring ikan.
“PI itu sekali berjalan bukan dikit, mau sepuluh sekali berjalan, apa tak habis Rabo dibikinnya, termasuk terumbu karangnya,” paparnya.
Pihaknya berharap agar penegak hukum dapat menindak Pukat trawl yang masih beroperasi di wilayah zona tangkap nelayan kecil.
“Jadi harapan kami PI jauhilah zona nelayan kecil, sebab nelayan kecil ini sangat susah, itu lah sebab kalau kena Rumpon itu menggantinya sangat susah,” bebernya.
Ditempat terpisah, Kordinator pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo Sibolga, Parluhutan Siregar mengatakan, telah menerima pengaduan masyarakat tentang beroperasi nya pukat trawl dan pihaknya hingga kini masih berpatroli di wilayah Pantai Barat.
“Sudah, makanya dari Desember kemarin, karena dari pengaduan masyarakat makanya kapal patroli kita yang beroperasi di situ, untuk kapal patroli pantai barat itu satu dan sampai sekarang masih beroperasi,” ungkapnya. (riz)
Tidak ada komentar