SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB
Ketua Kelompok Nelayan Tolong Menolong (KNTM) Sibolga dan Tapteng, Ikhmadluddin Lubis atau akrab disapa Immad, menuding dua Kepala daerah (KDH), yakni Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani hanya peduli terhadap kepentingan kelompok pengusaha kapal ikan ketimbang nelayan kecil.
Hal tersebut dikatakan Immad saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa (04/02) di lokasi tangkahan Bustak-bustak, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kota Sibolga.
“Dua Kepala daerah (Wali Kota dan Bupati) itu tidak ada perhatiannya, apa lagi kepada nelayan kecil, hanya perhatiannya kepada nelayan besar,” ujarnya.
Disebutkan Immad, para pemilik kapal di atas 10 GT (Groos ton) dianggap lebih menguntungkan secara pribadi oleh kedua Kepala daerah itu.
“Karena itu yang dapatnya, kalau dari yang kecil ini apa yang bisa dapatnya, makanya kurang perhatian,” ucapya.
Ia menilai, masyarakat dari kelompok nelayan kecil, baru akan diacuhkan saat momen pemilihan Kepala daerah (Pilkada) untuk mendapatkan dukungan suara.
Namun setelah para elit politik memperoleh kekuasaan, nelayan kecil kembali menjadi kaum marjinal (terpinggir) yang tidak dipedulikan keluhannya.
“Tapi kalau untuk mencalon, dulu dia perlu suara masyarakat nelayan ini. Sekarang ini dihina, ada yang gak berpendidikanlah, yang kurang pemikiranlah, yang tidak ada anak-anaknya punya sekolah tinggi. Banyak kok anak-anak nelayan yang Sarjana, jagan disudutkan,” katanya.
Menurutnya, Kota Sibolga yang mayoritas masyarakatnya nelayan tradisioanal, memiliki kontribusi besar dalam menentukan Pemimpin di daerah yang sejak dulunya dikenal dengan Kota Ikan.
“Dia itu Pemimpin dari mana, siapa yang memilih dia ? Kebanyakan nelayan kecil ini yang milih,” pungkasnya. (ful)












