PGRI Usulkan Kurikulum Sekolah di Era Pandemi

oleh -123 views

Jakarta News: Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengusulkan adanya kurikulum sekolah era pandemi (KSEP). Hal ini guna mewujudkan proses pembelajaran daring berkualitas.

“PGRI mengusulkan agar pemerintah merancang ‘Kurikulum Sekolah Era Pandemi (KSEP)’ yang praktis dan aplikatif dengan target pembelajaran yang rasional,” ujar Unifah di Jakarta, pada Sabtu, (06/06/2020).

Menurutnya, kurikulum saat ini terlalu padat konten, sehingga sulit mendorong anak untuk belajar secara mandiri di rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta memberi keleluasaan kepada sekolah menyusun pembelajaran yang mungkin dicapai oleh siswa.

“Selanjutnya perlu adanya ‘remodelling system’ belajar yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang memungkinkan anak termotivasi untuk terus belajar, menjadi pembelajar mandiri, bertumpu pada proses, guru sebagai manajer pembelajaran,” ucapnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Kembali Tetapkan 2 Anggota DPRD Tapteng Jadi Tersangka, 1 DPO

Ia menjelaskan, model pembelajaran yang bisa dilakukan yakni instruksi tematik, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasiskan masalah, dan pembelajaran eksperimental.

Selanjutnya, PGRI mengusulkan agar pemerintah menyusun berbagai standar minimal pendidikan era pandemi lebih praktis dan terukur, berbeda dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berlaku sekarang. Standar-standar tersebut meliputi capaian kompetensi literasi dan numerasi siswa, sumber belajar, beban, dan proses pembelajaran di rumah.

Standar berikutnya, manajemen pembelajaran yang dilakukan guru, tenaga kependidikan dan orangtua. Kemudian, akses jaringan internet dan perangkat digital. Standar keempat aplikasi online-offline pembelajaran digital yang dapat digunakan siswa dalam belajar sesuai kompetensi yang ingin dicapai.

Standar lainnya yakni pendanaan pembelajaran, sumber dan alokasinya. Kemudian, monitoring proses pembelajaran. Lalu, jadwal, pelaksana, dan mekanismenya, standar terakhir yakni evaluasi dan asesmen pembelajaran.

Baca Juga :  Produksi Minyak Sukowati Pertamina Ep Asset 4 Capai Target Hingga 120%

PGRI juga meminta pemerintah menyusun dan mensosialisasikan pedoman umum pembelajaran termasuk jenis kegiatan belajar, jadwal, bentuk, motivasi, bimbingan dan fasilitasi siswa untuk belajar, dan hubungan sekolah-rumah. Ini agar sekolah dan orang tua dapat mendorong siswa untuk tetap belajar sesuai dengan KSEP dan standar-standar yang sudah ditetapkan.

“Pemerintah perlu menyusun dan mensosialisasikan pedoman pengelolaan pendidikan untuk memfasilitasi proses pembelajaran optimal, termasuk sumber dan pendayagunaan pembiayaan, pendanaan, sarana belajar digital dan non-digital, serta pembagian tugas antara sekolah, orangtua, dan masyarakat, sesuai dengan standar-standar yang relevan,” jelas Unifah.

Pemerintah juga diminta menyusun dan mengembangkan pedoman praktis asesmen kompetensi minimum siswa, yang meliputi mekanisme, jadwal, pengawasan, penilaian, serta alat ukur asesmen yang digunakan. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *