Aktivis HMI : DPRD Sibolga Dinilai Anti Kritikan Masyarakat

Daerah, Sibolga902 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 09.00 WIB

Perihal di laporkannya salah satu masyarakat yang mengkritik DPRD Kota Sibolga usai sidang paripurna LKPj Walikota Sibolga tahun 2019 oleh DPRD Kota Sibolga, Raju Firmanda Hutagalung Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai DPRD terkesan Anti terhadap Kritikan masyarakat.

“Ini merupakan tindakan arogansi sebagai pejabat publik, yang notabene harus melayani masyarakat dan merangkul, akan tetapi justru sebaliknya menunjukan sikap anti kritik terhadap masyarakat. Ini bukan zaman orde baru lagi, sikap yang di ambil oleh DPRD Kota Sibolga menurut saya buktinyata yang menunjukan ketidak siapan DPRD Kota Sibolga dalam menerima kritikan,” katanya

Raju, yang juga adalah Mantan Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Sibolga menegaskan, bahwa sikap anti kritik yang di tunjukan oleh DPRD Kota Sibolga, sejatinya erosi bagi demokrasi itu sendiri. Harusnya DPR sebagai Lembaga Legislatif lebih membuka diri dan memberikan ruang kepada masyarakat mengkritik dan memberikan saran

“Kritikan itu hal yang lumrah di lakukan untuk mengoreksi aktifitas lembaga Legislatif apalagi kalau ada kesalahan yang terjadi. DPRD harus siap menerima kritik dan saran dari masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut Pria yang berbadan gemuk ini menjelaskan, seharusnya DPRD Kota Sibolga bersyukur ketika ada kritikan dan saran dari masyarakat, sehingga Anggota DPRD Kota Sibolga lebih berbenah kedepan dalam menjalankan pekerjaannya.

“Jikalau laporan DPRD Kota Sibolga tersebut di paksakan berlanjut, maka tidak ada pilihan lain bagi kami Aktifis Mahasiswa, termaksuk saya sendiri selaku Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Persiapan Sibolga-Tapanuli Tengah Akan Mengangkat bendera perlawanan terhadap upaya pembungkaman kepada Masyarakat dan Aktifis,” tegas Raju.

Kendati demikian, siapapun pemimpin di jaman demokrasi wajib di kritik ketika di anggap bersalah, karena sejatinya kritikan merupakan inti dari demokrasi. Kritikan wajib di jadikan obat oleh DPR-D Kota Sibolga dalam rangka mengevaluasi diri dan mengevaluasi kinerja, sehingga legislatif mampu berjalan dengan baik, serta benar tanpa harus menciderai nilai-nilai Demokrasi.

“Kalau DPR suka membungkam Masyarakat dan aktivis hanya karena di kritik kemudian di laporkan ke pihak kepolisian, maka saya bisa pastikan satu yang dibungkam akan ada pejuang-pejuang lain yang terus akan bermunculan,” tungkasnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *