Pembangunan Jamban Serobot Lahan Warga, Diduga Proyek Oknum Kades

oleh -606 views
Proyek pembangunan jamban beserta sanitasinya di SD Negeri 177924 Silosung, Kecamatan Simangumban,Tapanuli Utara (Taput), diduga Serobot Lahan Warga

TAPUT NEWS – JAM 12.00 WIB

Proyek pembangunan jamban beserta sanitasinya di SD Negeri 177924 Silosung, Kecamatan Simangumban,Tapanuli Utara (Taput), diduga Serobot Lahan Warga. Sabtu (26/12/2020)

Pihak kontraktor pelaksana CV. Era Global Mandiri belum bisa di temui untuk memberi penjelasan.

Kepala sekolah mengatakan royek pembangunan jamban beserta sanitasinya senilai Rp. 149.730.800 tersebut adalah milik Kepala Desa (Kades) Silosung.

“Saya tidak mengerti terkait proyek tersebut, itu atas nama kepala desa silosung. Saya tidak membutuhkan pembangunan jamban, sebab di sekolah sudah tersedia,” katanya

Lebih lanjut disampaikannya, untuk selanjutnya bisa ditelusuri kepada kepala desa silosung, serta berjanji dalam waktu dekat akan menemui pihak pemilik lahan marga sianturi di Desa Silosung Simangumban.

Baca Juga :  Pangdam I/BB Kunjungi Polres Tapteng

Atas penyerobotan lahan warga tersebut, pemilik lahan sangat menyayangkan sikap dan tindakan Kepdes Silosung. Dimana secara sengaja sewenang wenang untuk menentukan lokasi pembangunan jamban tersebut.

“Saya sangat menyayangkan sikap kepala desa silosung, dimana terlihat pasang badan atas proyek pembangunan jamban dan sanitasinya dilokasi sekolah ini, sementara kami pihak keluarga sianturi tidak pernah duduk bersama atas segala pembangunan yang ada. Lagi pula disinikan sudah tersedia toilet kenapa harus dibangun lagi,” kata salah satu ahli waris Keluarga Sianturi yang diwakili Pantas Sianturi.

Lebih lanjut ahli waris mengatakan, sangat keberatan atas berdirinya toilet di lahan tersebut. Dikarenakan orang tua kami masih ada sampai saat ini, mengapa tidak didukkan bersama untuk kebaikan semua pihak.

Baca Juga :  Jalan Pari Di Blokir, PT Pertamina : Menunggu Surat Pemko, Bakal Kita Perbaiki

“Orang tua (nenek-red) kami masih ada, mengapa tidak dilibatkan dalam hal ini. Kami tidak setuju lahan kami dijadikan tempat pembuangan limbah manusia, sebab ini sangat berharga bagi kami,” ujarnya

Dalam hal ini, pihak keluarga Sianturi
meminta Bupati Taput melalui dinas pendidikan bisa memberikan perhatian terkait hal ini untuk kebaikan semua pihak.

“Kita berharap Bupati Taput dapat memberikan perhatian terkait permasalahan ini,” harapnya

Terpisah, Kepala Desa Silosung yang coba dikonfirmasi media ini, Sabtu (26/12/2020) lewat WhatsApp pribadinya tidak ada balasan. (PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *