SIBORONGBORONG NEWS – JAM 14.35 WIB
Sejumlah petani di Kabupaten Tapanuli Utara mengeluh akibat kelangkaan pupuk phoska bersubsidi pemerintah. Pupuk bersubsidi seberat 50 kilogram sulit didapat di sejumlah kios maupun distributor pupuk phoska. Petani terpaksa beralih ke jenis pupuk lain yang harganya relatif lebih mahal.
Sebulan terakhir, kelangkaan pupuk bersubsidi jenis phoska dikeluhkan sejumlah petani di Kelurahan Siborongborong, Desa Pohan Tonga, Desa Lobu Siregar dan Desa Bahal Batu, Kecamatan Siborongborong
Di musim penghujan, lahan pertanian jagung, sayur mayur milik para petani sangatlah membutuhkan pupuk jenis phoska tersebut. Agar tidak merugi, petani terpaksa mengganti pupuk bermerek lain dengan harga yang lebih sangat mahal.
Keluhan kelangkaan pupuk phonska bersubsidi, dialami langsung oleh Ramses Panjaitan, Mangatur Siahaan dan Asbon Sianipar. Ketiganya petani yang bercocok tanam jagung dan sayur mayur mengatakan, pupuk jenis phoska sedikit susah untuk dibeli di kios kios yang di Kelurahan Pasar Siborongborong. Kamis, (14/09/2021)
Meski harga tetap stabil, petani kecil seperti mereka mengaku kesulitan mendapatkan pupuk phoska satu kwintal.
“Bahkan, sebagain petani terpaksa beralih ke pupuk jenis urea yang harganya relatif lebih mahal,” ujar Asbon.
Jika kebutuhan pupuk phoska bersubsidi tidak terpenuhi, para petani terpaksa harus rela mengelurkan uang lebih tinggi dengan menggunakan pupuk bermerek lain. Petani berharap, pemerintah daerah Kabupaten Tapanuli Utara tanggap dalam menanggapi kelangkaan pupuk phoska bersubdisi tersebut,” pungkasnya. (Jaurat)






