Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe Dianggap Tak Berdampak ke Masyarakat

Daerah, Tapsel697 Dilihat

TAPSEL NEWS – Air sisa proses penambangan emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dianggap tidak berdampak ke masyarakat.

Hal ini diungkapkan Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu yang juga merupakan Ketua Tim Terpadau Pemantau KUalitas Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe, Rabu (31/5/2023).

Dia bahkan, memberikan apresiasi kepada pengelola, PT Agincourt Resources (PTAR) yang telah memfasilitasi acara diseminasi dan pengumuman hasil laboratorium air sisa proses Tambang Emas Martabe. Kegiatan ini merupakan bentuk transparansi PTAR dalam mengelola air sisa proses tambang.

“Kami berharap masyarakat bisa memberi saran dan masukan atas temuan atau apa yang dirasakan, sehingga semakin terbuka hubungan antara PTAR dengan masyarakat. Saya juga berharap ke depan tugas Tim Terpadu semakin solid,” ujarnya.

PTAR mengeklaim telah mengelola air sisa proses penambangan emas Martabe sebelum dialirkan ke Sungai Batangtoru.

Sejak 2013 sampai triwulan I-2023, proses pengelolaan air ini dianggap memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Teranyar, pengujian dilakukan terhadap air sisa proses Tambang Emas Martabe periode triwulan III-2022, triwulan IV-2022, dan triwulan I-2023.

Hasil uji lantas dipresentasikan melalui kegiatan Diseminasi dan Pengumuman Hasil Laboratorium Air Sisa Proses PT Agincourt Resources (PTAR) yang digelar di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Hasil uji dipresentasikan oleh tim ahli yang terdiri dari Prof. Zulkarnain Nasution, MSc, Prof. Hamdani Harahap, Dr. Nursahara Pasaribu, Msc, Drs. Chairuddin, MSc, dan Ir. M. Eka Onwardana, MT. Dalam presentasinya, Chairuddin memberikan apresiasi kepada PTAR yang secara konsisten telah mempertahankan taraf mutu air sisa proses.

Pemenuhan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe sesuai baku mutu berdasarkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga; serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, Lampiran VI, Baku Mutu Nasional Kelas II.

Terdapat 12 parameter yang dianalisis, di antaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), sianida (CN), arsenik (As), kadmium (Cd), kromium (Cr), tembaga (Cu), merkuri (Hg), nikel (Ni), dan seng (Zn). Pengujian terhadap air sisa proses yang mengalir ke Sungai Batangtoru telah dilakukan PTAR sejak 2012.

Selama itu, pemenuhan baku mutu terus dijaga. Salah satunya terlihat dari parameter pH yang sepanjang 2013 berada di kisaran 7,29-8,78, sedangkan pada 2022 berada pada rentang 7,05-7,84.

General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis menambahkan, Perusahaan selalu berupaya memastikan sistem pengolahan air di Tambang Emas Martabe telah melalui proses berkualitas tinggi, mematuhi izin, dan diawasi sangat ketat, agar tidak berdampak terhadap kualitas air Sungai Batangtoru.

Secara rutin, setiap bulan Tim Terpadu bersama Departemen Lingkungan PTAR melakukan pemantauan kualitas air sisa proses melalui pengambilan sampel air di Sungai Batangtoru.

Sampel air sisa proses kemudian dikirim ke laboratorium independen PT Intertek Utama Services. Lantas, hasilnya disosialisasikan dan didiseminasikan kepada masyarakat lingkar tambang. (rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *