Pemko Gelar Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Sibolga856 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Pemko Sibolga menggelar rapat koordinasi tim pengendalian inflasi daerah kota Sibolga yang di pimpin langsung oleh Wakil Walikota Sibolga, KPw Bank Indonesia (BI) kota Sibolga  yang dilaksanakan di Aula Graha Nauli Bank Indonesia Sibolga. Kamis (06/9)

Dalam rapat tersebut terlihat Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang, SP.i menyampaikan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Sibolga bahwa pada bulan juli 2018 kota Sibolga mengalami inflasi sebesar 0,62 persen atau terjadi peningkatan nilai indeks harga dari 138,15 pada bulan juni menjadi 139,00 pada bulan juli 2018.

“Pada bulan agustus 2018 kota Sibolga mengalami felasi sebesar 0,37 persen atau terjadi penurunan nilai indeks harga konsumen dari 139,00 pada bulan juli menjadi 138,48,” ujarnya

Lanjuntnya, kepada tim pengendalian inflasi daerah kota Sibolga untuk dapat melakukan evaluas, mengantisifasi dan menyiapkan beberapa rencana strategis yang perlu dilakukan pemantauan harga sangat penting.

“Apabila ada suatu pergerakan harga di pasar, agar secepatnya melakukan kordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan peninjauan kelapangan, yakni pendekatan kepada ketua – ketua kelompok pedagang dan ada sharing informasi antara tim TPID dengan masyarakat menggunakan media elektronik atau himbauan,” jelasnya

Sambungnya, saya mengharapkan agar seluruh komponen masyarakat, baik itu pemerintah swasta dan masyarakat bekerja sama dalam upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Langkah – langkah yang sudah kita lakukan selama ini harus kita evaluasi yakni kebijakan yang tepat kita lanjutkan dan kebijakan yang kurang memberikan kontribusi perubahan, kita cari terobosan – terobosan yang baru dan tepat sesuai dengan kondisi kota Sibolga,” sebutnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga Suti Masniar Nasution juga mengatakan inflasi maupun deflasi tentunya masing masing memiliki dampak positif dan negatif tergantung parah atau tidaknya.

“Apabila inflasi itu ringan justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi,” terangnya

Tambahnya, sebaliknya dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat.

“Deflasi dapat menyebakkan menurunnya persediaan uang dimasyarakat, yang dikarenakan harga barang mengalami penurunan. Konsumen memiliki kemampuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga barang akan turun lebih jauh akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan memberiikan pengaruh pada spiral deflasi,” imbuhnya. (nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *