SIBOLGA NEWS – JAM 13.00 WIB
Dalam rapat kordinasi bulanan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) yang dilaksanakan di Graha Aula Bank Indonesia Sibolga. Kota Sibolga meraih prestasi tim pengendalian inflasi daerah (TPID) terbaik. Kamis (14/2)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution menyampaikan bahwa pada januari 2019 Sibolga mengalami deflasi 0,03%, dan hal ini dibenarkan oleh perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang turut hadir dan menyatakan bahwa ini prestasi terbaik TPID Sibolga selama 7 tahun terakhir.
“Di Provinsi Sumatera Utara hanya kota Sibolga yang mengalami deflasi, juga secara nasional mengalami inflasi,” ujarnya.
Sambungnya, menyikapi deflasi ini yang mampu dijaga semenjak tahun 2018, dirinya berharap agar TPID ekstra hati – hati untuk bulan Februari.
“Bila terjadi inflasi di bulan februari, maka kenaikan rasional tidak begitu tinggi, karena deflasi ini akan berakhir dan tidak mungkin seterusnya akan deflasi, bahkan mengakibatkan perputaran ekonomi yang kurang baik,” ucapnya.
Tambahnya, dalam meredam inflasi diperlukan kebijakan yang di lakukan pemerintah diantaranya seperti kebijakan moneter, kebijakan fiskal, mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dan untuk menjaga inflasi, haruslah menjaga stabilitas harga.
Terpisah juga disampaikan Perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menyatakan stok beras Bulog per 12 bulan Februari sebanyak 930 Ton.
“Bulog akan terus melaksanakan operasi pasar untuk beras, minyak dan tepung terigu untuk menjaga stabilitas Inflasi di kota Sibolga,” terangnya. (nt)






