Pasca Ricuh Pembongkaran Kios, Para Pedagang Didampingi Kuasa Hukum Akan Laporkan Satpol PP dan Damkar Ke Polisi

oleh -362 views
Kuasa Hukum para pedagang, Parlaungan Silalahi yang ditemui di Polres Sibolga bersama puluhan para pedagang

SIBOLGA NEWS – JAM 15.20 WIB

Pasca kericuhan pembongkaran kios jalan Horas, para pedagang memutuskan untuk melaporkan SatPol PP dan Damkar ke pihak yang berwajib. Dengan didampingi kuasa hukum, para pedagang menuding SatPol PP telah melakukan pidana pengerusakan.

Kuasa Hukum para pedagang, Parlaungan Silalahi yang ditemui di Polres Sibolga bersama puluhan para pedagang mengaku akan melaporkan semua pihak yang terkait dengan pengrusakan terhadap kios yang berada di jalan Horas ujung, termasuk SatPol PP.

“Saya terpanggil melihat penderitaan dari masyarakat kita. Waktu saya melihat video – video tentang terjadinya pengrusakan kios milik ibu – ibu ataupun bapak – bapak ini. Saya terpanggil untuk mempertahankan hak – hak yang dirugikan dari ibu – ibu ini. Untuk menghindari  terjadinya tidak kekondusifan di lapangan, kami meminta perlindungan hukum kepada pihak Polres Sibolga. Jadi kami mau membuat laporan tentang tindak pidana pengrusakan. Sebagaimana diatur dalam pasal 170 di KUHPidana. Yang kami laporkan adalah yang terkait dalam kejadian ini, termasuk SatPol PP Pemko Sibolga yang turut serta melakukan pengrusakan,” kata Parlaungan.

Adapun bukti yang menjadi dasar pelaporan, berupa foto dan video yang viral di media sosial Facebook. Dia juga menjelaskan alasan pelaporan, karena tidak adanya solusi yang diberikan Pemerintah terhadap para pemilik kios.

“Sudah ada kuasa yang saya terima dan sudah ditandatangani. Ini bukti yang saya terima berupa foto dan video – video melalui media facebook, siaran langsung. Karena orang Inikan membangun warung membutuhkan biaya. Kalaupun ada sikap pemerintah, harusnya relokasi kan. Atau yang kedua, buat ganti rugi, berapa santunan yang mau diberikan agar mereka bisa pindah dari situ. Masalah siapapun pemilik tanah itu, itu lain hal, itu masalah pembuktian,” tukasnya.

Dia juga menyinggung mengenai ketentuan hukum yang mengatur tentang wewenang eksekusi. Menurutnya, hanya keputusan pengadilan yang dapat mengeksekusi kios – kios tersebut.

“Yang berhak melakukan eksekusi, Inikan sudah eksekusi, adalah hasil penetapan dari pada ketua pengadilan negeri Sibolga,” pungkasnya.

Tak hanya pemilik kios, SatPol PP pun balik melapor. Laporan yang disampaikan berupa tindak pidana penganiayaan yang dilakukan pemilik kios terhadap beberapa petugas SatPol PP yang mengalami luka – luka. Bahkan, seorang diantaranya harus menjalani perawatannya intensif di rumah sakit FL. Tobing Sibolga karena mendapat pukulan benda tumpul pada lehernya.

Salah satunya adalah Tommy petugas SatPol PP Sibolga yang mengalami luka pada lehernya akibat cakaran ibu – ibu pemilik kios.

“Kami mau melaporkan pemukulan yang terjadi pada sejumlah personel. Pada saat dorong-dorongan itu. Kami gak ada mendorong, mereka yang mendorong. Kami gak berterima dengan perlakuan mereka, makanya kami buat laporan. Ada juga kawan yang matanya kena cabe. Ada lagi bernama Daniel Saragih yang kena pukul benda tumpul di lehernya, sekarang di IGD. Lehernya gak bisa digerakkan,” kata Tommy didepan ruang SPK Polres Sibolga.

Menurutnya, tidak ada perlawanan terhadap pemilik kios yang mereka lakukan saat melakukan pengamanan. “Kami hanya bertahan,” pungkasnya.

Senada juga dikatakan Samuel dan Galopong, petugas SatPol PP Sibolga lainnya yang turut membuat laporan resmi ke Polres Sibolga. Mereka mengaku kena lempar batu dan kayu saat bertugas menyemprot air diatas mobil Damkar.

“Aku kena lempar batu pecahan bangunan kios. Kena tangan kiri. Waktu nyemprot air diatas mobil Damkar. Kalau kami gak ada memukul mereka. Mereka yang duluan memukul. Kami yang didepan,” kata mereka.

Terpisah, Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin membenarkan pihaknya ada menerima kedatangan pemilik kios jalan Horas dan petugas SatPol PP yang ingin membuat laporan.

Namun, Sormin belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait pelaporan yang dilakukan kedua belah pihak. “Ada, mereka masih mau melapor. Kita tunggu saja hasilnya, apa yang mau mereka laporkan,” kata Sormin. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *