Pedagang kaki lima yang ada di Jalan Patuan Anggi SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sibolga, Singkat Sijabat membantah, bila satuannya dianggap kurang peduli menertibkani PKL (pedagang kaki lima) penyebab kemacetan di Jalan Patuan Anggi.
“Bukan kita (Sat Pol PP) berdalih, tapi ada tahapan, sekarang kita masih fokus menertibkan PKL di Jalan Peralihan,” ujar Singkat, di kantornya, baru-baru ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Marojahan Sitorus, mengaku kewalahan mensterilkan jalur Angkot (angkutan kota) dan Angdes (angkutan pedesaan) di Jalan Patuan Anggi, menuju Terminal Tipe C Sibolga.
Marojahan beralasan, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) terkendala menghadapi PKL, selain kendaraan roda dua dan tiga yang parkir memenuhi bahu jalan.
“Kalau sudah steril itu, baru kami bisa menempatkan becak – becak itu. Karena, kalau kita sekarang ke simpang itu, masih ada pedagang.
“Namun, barangkali entah apa dari Dinas Pol PP. Seperti tadi saya jam tujuh dua puluh disi sudah menggusur. Tapi ternyata, Sat Pol PP sampai jam delapan lewat belum ada,” ucap Marojahan, di kantornya, belum lama ini.
Selain itu, Marojahan juga mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan lintas sektor, yakni Dinas Perhubungan, Sat Pol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sibolga.
Tujuannya, untuk menyepakati kerjasama dalam mengatasi persoalan PKL dan kemacetan di Jalan Patuan Anggi.
Bahkan pada pertemuan tanggal 10 Desember 2019, beberapa insntasi berkepentingan menyepakati tanggal 6 januari 2020, jadwal dilakukan kerjasama sterilisasi jalur.
Menanggapi hal tersebut, Singkat menyebut, semestinya Dishub menjadi leading sektor (sektor Pemimpin) antar instansi yang terlibat dalam kesepakatan.
Sehingga, kerjasama yang diinginkan dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing – masing instansi.
“Kesepakatan ini kan ada beberapa institusi di dalamnya, tentu harus ada komando. Bagaimana agar jalur kendaraan Angkot dan Angdes ini bisa lancar, mestinya dia koordinator kami. Kalau kami ini siap siaga, jagan nanti yang satu main (jalankan tugas), tapi satunya lagi lepas (tidak jalankan tugas),” katanya Singkat. (ded)
Tidak ada komentar