Wabah Virus Corona Berdampak Buruk Pada Harga Komoditas Ikan Ekspor

oleh -169 views
Pasar Ikan yang ada di Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Akibat dari wabah penyebaran virus corona (Covid – 19) semakin mengkhawatirkan membuat nelayan di Kota Sibolga, mulai mengeluh dengan turunnya harga ikan.

Bahkan, sejumlah perusahaan yang menerima ikan milik nelayan juga tutupd Dikarenkan tidak bisa kirim ikan keluar negeri.

Itu disebabkan akibat dampak dari penyebaran Covid – 19, meski harga ikan laut turun. Namun sebagian nelayan tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan ada sebagian lagi tidak

“Bagi nelayan yang tidak melaut  menunggu stabilnya harga ikan, karena tidak sebanding hasil pendapatan dengan biaya operasional yang dikeluarkan,” kata Imam Syaputra (29) seorang nelayan, pada Rabu (25/03).

Lebih jauh imam juga mengaku, sejak adanya kabar penyebaran Covid – 19. Harga ikan di pasaran mulai berangsur menurun hingga sekarang.

“Apalagi ikan – Ikan ekspor kurang, tidak ada menerima ekspor lagi sudah empat hari semenjak wabah Virus Corona pendapatan makin minim,” ucapnya seraya menambahkan harga ikan turun total yakni ikan kakap merah yang sebelumnya harga Rp.72 ribu perkilo turun Rp 45 ribu perkilo, ikan kerapu harga Rp. 35 ribu perkilo turun ke Rp 15 ribu perkilo, dan Lobster dari harga Rp. 150 ribu perkilo turun Rp. 60 ribu perkilo.

Dirinya menambahkan, tidak hanya ikan ekspor saja Ikan lokal juga turunn seperti ikan tongkol dari harga Rp. 25 ribu perkilo turun Rp.10 ribu perkilo, ikan aso –  aso dari harga R 25 turun Rp.13 ribu dan ikan Gambolo dari Rp. 35 ribu perkilo turun Rp. 20 ribu perkilo.

“Rata – rata kami para nelayan ini pada mengeluh, karena dampak virus Corona ini, sudah susah mencari ikan dan susah pula untuk menjualnya,” ungkapnya.

Tambahnya, Ikan banyak tertahan atau dibuat jadi stok. Kemudian aktivitas nelayan pun saat ini terancam dan dianjurkan dirumah saja dan dilarang keluar. Tidak bisa banyak beraktivitas diluar rumah, karena sudah dihimbau Pemerintah daerah setempat.

“Jadi kami masyarakat ini apa yang kami makan, kami juga punya keluarga yang harus kami nafkahi. Kalau gak kerja yah gak makan lah bang,” ungkapnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *