Direktur CV Roganda Bantah Proyek Pengaspalan Jalan di Mela I Asal Jadi

oleh -1.220 views
Pihak CV. Roganda Bersama Pengawas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapteng Saat Melakukan Pengecekan Di Lokasi Proyek Pengaspalan Jalan Golkar Mela I, Kec. Tapian Nauli

TAPTENG NEWS – JAM 13.00 WIB

Direktur CV Roganda, Jhon Sinambela, angkat bicara mengenai proyek pengaspalan Jalan Golkar Mela I di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dikatakannya, sesuai dengan pekerjaan Jalan yang berukuran sepanjang 160 meter tersebut, merupakan jenis pekerjaan Lapen. Yang tahun anggaran 2019 dengan nilai Rp. 188.770.000.

“Saya mewakili dari CV. Roganda, yang meneken kontrak di sini adalah atas nama Yasir, yakni wakil direktur saya,” ucapnya kepada wartawan di lokasi proyek, Rabu (01/04).

Jhon mengungkapkan, dirinya sengaja mengusulkan kepada pemerintah setempat agar membuat akses Jalan di tempat tersebut.

“Ini sengaja saya buat jalan ini, saya usulkan ke pemerintah setempat karena saya jemaat HKBP di sini. Dan kebetulan di daerah sini ada kuburan HKBP. Jadi permintaan warga kepada saya dan pendeta, membuat jalan akses yang bagus di sini, dan direalisasi pemerintah lah di tahun 2019,” katanya.

Bahkan, jalan tersebut sengaja dia lebihkan yang semula panjangnya 160 meter menjadi 180 meter.

“Ini, saya kerjakan malah lebih, 180 meter atau 179 meter. Kenapa lebih? Itulah bantuan saya ke masyarakat di sini, saya lebihkan 20 meter, orang saya punya Hotmix kok, saya yang punya aspal,” tukasnya.

Baca Juga :  Buku Soal Dijual Rp. 25.000, Kepsek Melanggar Nomor 17/2010

Namun, saat ditanya tentang kondisi jalan yang sudah rusak, dirinya tidak bisa menjawab akan hal itu.

“Kalau yang menjawab jalannya sudah rusak, itu saya tidak bisa menjawab itu,” imbuhnya.

Akan tetapi, setelah beberapa saat kemudian, usai dilakukan pengukuran jalan, Jhon kembali menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi jalan yang sudah rusak tersebut.

“Menurut dari pernyataan masyarakat di media News24Jam, katanya jalannya sudah rusak, oleh masyarakat yang mana, saya tidak tahu. Makanya saya langsung turun ke lapangan sekarang,” cetusnya.

“Kalau ini kita nyatakan rusak, bisa kita lihat sendiri, yang menentukan ini rusak bukan LSM, ada dinas PU, dan ini masih dalam perawatan selama 6 bulan. Ibaratnya kalau ada komplain, ini bisa diperbaiki,” kilahnya.

Demikian juga dengan keterangan dari Pengawas PU Tapteng, Berlin Nainggolan, yang membenarkan pernyataan Jhon Sinambela. Ia membeberkan, bahwasanya proyek pekerjaan Jalan tersebut spek nya adalah jenis Lapen dengan panjang 160 meter.

“Ya benar seperti yang dikatakan Direktur CV. Roganda tadi, bahwasanya pekerjaan ini, itu spek nya Lapen dengan panjang 160 meter, dan ini juga dalam masa perawatan selama 6 bulan. Jadi kalau misalkan ada yang rusak, itu masih bisa diperbaiki,” bebernya.

Baca Juga :  Bom Meledak di Polrestabes Medan

“Dan untuk ketebalan Lapen nya itu 7 cm,” sambungnya.

Namun saat wartawan meminta untuk mengukur ketebalan jalan, pihak CV. Roganda seolah menghindar dan tidak bersedia.

“Kek mana kita mau mengukurnya, kita tidak punya alat, kalau mau, kalian saja yang mengukur, kan kalian yang perlu,” kata Jhon Sinambela.

Kemudian Berlin menambahkan, untuk kualitas Jalan memang sudah seperti itu adanya.

“Kualitas pekerjaannya memang seperti ini dan pengaspalannya memang diwajibkan seperti ini,” tutupnya.

Sebelumnya, proyek pekerjaan Jalan di lokasi ini yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapanuli Tengah dengan nilai Rp.188.770.000 bersumber dari DAU Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan oleh CV Roganda, membuat kecewa beberapa masyarakat.

Pasalnya, baru saja selesai dikerjakan lebih kurang 3 bulan aspal tersebut terlihat sudah ada yang rusak dan terkelupas.

Disinyalir bahwa pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal jadi, dan kurangnya pengawasan dari pihak PPK Dinas PUPR Tapteng.

Untuk itu, diharapkan kepada penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Sibolga dan Tipikor Polres Tapanuli Tengah segera menangani atau menyelidiki proyek pengaspalan Jalan Golkar 1 yang menelan dana senilai Rp. 188.770.000 tersebut. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *