Tak Ikut Didata, Warga Geruduk Rumah Kepling

oleh -181 views
Sejumlah warga lingkungan III, Kelurahan Pancuran Dewa, Kota Sibolga mengeruduk rumah kepling mereka

SIBOLGA NEWS – JAM 20.00 WIB

Sejumlah warga lingkungan III, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga menggeruduk rumah kepala lingkungan (Kepling) mereka. Kamis (2/4) sore.

Warga yang terdiri dari kaum ibu tersebut meminta, kepala lingkungan III, Herianto berlaku adil dan transparan dalam mendata warga yang kurang mampu. Menyusul adanya bantuan sembako dari pemerintah daerah bagi masyarakat terdampak sosial Distancing wabah corona virus disease (Covid-19).

“Yang tidak layak mendapat di data, sementara kami tidak, emang kami orang kaya?, atau kami bukan warganya,” kata salah seorang warga Agustina Simanjuntak kepada Tapanuli News 24 Jam, Kamis (2/3) malam.

Baca Juga :  Jurtul Togel di Parombunan Diamankan Polisi

Agustina menceritakan, awalnya dia dan ibu – ibu lainnya mendapat informasi, bawah Pemko Sibolga memberikan bantuan sembako untuk masyarakat kecil, syaratnya harus memiliki voucher untuk ditukarkan.

“Jadi wajar kan kami datang bertanya, voucher kami mana pak kep?, katanya data sudah dikirim ke kantor lurah. Kan aneh, saya tidak pernah di data sebagai penerima bantuan, tapi datanya sudah dikirim,” jelas Agustina dibenarkan warga lainnya.

Yang ia sesalkan, kedatangan mereka ke rumah Kepling malam itu bukan mendapat solusi, tapi malah dibentak oleh kepling.

“Saya ini orang tua di maki-makinya, kepling ini tidak adil, suka-suka dia mendata, dulu saya pernah dapat bantuan, tapi setelah dia jadi kepling tidak penah dapat bantuan apapun,” sebut Agustina.

Baca Juga :  Api Melahab Puluhan Rumah di Pasir Bidang

“Kalau soal terdampak, semua kita kena imbas corona ini, tapi ya harus adil lah, mana yang patut dapat bantuan itu yang di data, bukan suka-suka,” tambahnya seraya meminta, Camat Sibolga Sambas dan lurah Pancuran Dewa agar mengevaluasi kinerja kepling III.

Sementara. Kepling III Herianto mengatakan terkait bantuan itu, setiap kepala lingkungan hanya mendapat jatah 18 orang.

“Iya datanya memang sudah dikirim, jatah bantuan untuk tukang becak dan pedagang kecil yang terdampak virus corona,” ujarnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *