Relokasi Pasar Ke Stadion Horas, Pedagang Minta Habis Lebaran

Daerah, Sibolga995 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 11.00 WIB

Sejumlah pedagang Pasar Nauli Kota Sibolga menyampaikan tuntutan mereka ke DPRD Kota Sibolga, Senin (29/3). Hal itu terkait rencana relokasi pedagang ke Stadion Horas Sibolga.

Mewakili para pedagang pasar Nauli, Edward Lumban Gaol, mengatakan, aksi tersebut mereka lakukan secara spontan tanpa melibatkan organisasi pedagang pasar manapun.

“Tadinya kan ada 3 organisasi pedagang pasar, tapi ini lintas organisasi, tidak membawa-bawa organisasi, dan kebetulan baru beberapa jam yang lalu, ada kesepakatan untuk meminta saya memimpin menyampaikan tuntutan ini,” bebernya.

Edward mengaku, telah koordinasi secara pribadi dengan ketua komisi II, koordinator komisi II yang membidangi pasar termasuk sekretarisnya.

“Harapan kita sebagai pedagang pasar Nauli Kota Sibolga, berharap supaya komisi II yang membidangi pasar agar turut serta mendorong aspirasi ini supaya dipertimbangkan oleh bapak Wali Kota,” pintanya.

Tak hanya itu, Edward juga mengatakan bahwa penyampaian aspirasi ini mereka lakukan dengan cara diam dan bukan melakukan perlawanan.

“Caranya diam itu menutup segala aktifitas selama 1 hari, mudah-mudahan itu ditanggapi,” ketusnya.

“Itu kami lakukan supaya aspirasi kami didengarkan, toh juga permintaan kami tidak berlebihan kok, artinya masih manusiawi lah, hanya beberapa Minggu kami minta supaya diundurkan, bukan kami tentang supaya rencana relokasi gedung supaya ditiadakan, bukan, jadi itu harus dibedakan,” terang Edward.

Edward mengungkapkan, aktifitas para pedagang hari ini ditiadakan (tutup), khususnya lantai II pasar, sebab menurut rencananya relokasi pedagang kain khususnya lantai II itu dikhususkan di Stadion Horas.

“Sementara Stadion Horas itu rawan banjir, kalau pedagang kain mercik kainnya kena lumpur, itu bukan baru lagi, bisa jadi monja jadinya, kan seperti itu. Jadi perlu diberikan perhatian khusus terkait tempatnya,” kata Edward.

Pedagang Alat-alat keperluan sekolah, Abdul Rahman Pasaribu, menambahkan, bagi mereka, bahwa kompromi yang mereka lakukan sudah sangat luar.

“Permintaan kami sebetulnya tidak terlalu banyak, contohnya itu pedagang yang jualan untuk Tahun Baru dan Natal, terus terang saja, sepotong kain jualan natalnya tidak laku, karena tahun lalu itu masa Covid-19, jadi barang sudah tersimpan, lalu kawan-kawan yang seperti itu sebetulnya meminta habis tahun ini. Lalu kawan-kawan yang jualan buku dan yang lainnya sebetulnya meminta itu habis bulan 8 ini,” ungkap Abdul Rahman.

Oleh karena itu, kata Abdul, keinginan mereka yang meminta habis lebaran ini dipindah, ini permohonan yang sudah sangat sujud.

“Jika perlu kami berlutut dibawah kaki pak Wali Kota Sibolga, perlu nangis darah, perlu segala cara akan kami lakukan, demi agar mundur habis lebaran ini kami dipindahkan, hanya itulah keinginan kami semua,” ucap Abdul penuh pengharapan.

“Hari ini sebagai bukti keseriusan kami, dagangan kami di pasar kami tutup,” tambahnya.

Namun lanjut Abdul, andainya permintaan mereka ini tidak juga didengarkan oleh Wali Kota Sibolga, mereka akan melakukan apapun.

“Jika juga tidak ada perkembangan ini, demi untuk perut yang kosong, kami akan lakukan apapun. Sedangkan semut saja kalau diinjak-injak, itu akan menggigit,” pungkas Abdul.

Berikut tuntutan para pedagang pasar Nauli Kota Sibolga terkait relokasi pedagang ke Stadion Horas Sibolga.

Meminta Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan agar menunda pelaksanaan relokasi para pedagang ke Stadion Horas dengan alasan, Bahwa mengingat lebaran sudah dekat (tinggal beberapa Minggu lagi), para pedagang pasar ingin melewatkan lebaran tahun 2021 dengan beraktifitas di gedung Pasar Nauli Sibolga.

Bahwa para pedagang pasar Nauli yang akan direlokasi ke Stadion Horas menginginkan lokasi penampungan tersebut benar-benar telah dipastikan analisis dampak lingkungan sesuai standard yang baku (tidak banjir dan becek bila diguyur hujan)

Sebab fakta membuktikan, lokasi rencana penampungan di Stadion Horas Sibolga rentan banjir dan becek bila diguyur hujan dan sangat tidak layak untuk lokasi pedagang kain.

Bahwa mengingat tunggakan para pedagang pasar atas kredit bank telah mendekati ambang batas dan telah berkali-kali mendapat teguran dari bank yang bersangkutan, pedagang pasar meminta Wali Kota Sibolga untuk memberikan kelonggaran waktu bagi pedagang pasar Nauli untuk tetap beraktifitas di Gedung Pasar Nauli sampai usai lebaran 2021.

Bila tuntutan kami tidak di indahkan oleh Wali Kota Sibolga, dengan sangat terpaksa para pedagang pasar Nauli akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan jumlah peserta maksimum. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *