Kisah Pilu Pria Sebatang Kara di Sorkam Kanan Yang Rumahnya Hancur Ditimpa Pohon

Daerah, Tapanuli Tengah1474 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB

Asmar warga Kelurahan Sorkam Kanan di Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami nasib pilu lantaran tinggal di rumah reyot sebatang kara.

Akan tetapi rumah reyot yang dulu di tempatinya itu kini sudah hancur ditimpa pohon besar, yang disebabkan oleh hujan deras disertai angin yang cukup kencang beberapa waktu yang lalu.

Kehidupan pria paruh baya ini sekarang sangat memprihatinkan, bahkan teman serta tetangganya pun sangat sedih melihat kondisi kehidupannya sehari-hari

Saat ditemui media, Asmar bercerita, kalau dirinya memang tidak mempunyai sanak saudara di Sorkam

“Saya memang tidak memiliki saudara di kampung ini, saya hanya hidup sebatang kara dan tidak ada tempat mengadu. Saya tidak memiliki apa-apa, hanya rumah peninggalan orang tua yang sudah reyot yang saya punya. itupun sudah hancur ditimpa pohon besar, akibat hujan deras disertai angin kencang,” kata Asmar, Jum’at (02/07/2021)

Kemudian kata Asmar, akibat musibah yang menimpa saya ini. Rumah untuk tempat saya berlindung dari hujan dan terik matahari tidak ada lagi, dan apabila malam tiba saya hanya bisa menumpang tidur dirumah tetangga.

“Tetapi walaupun demikian, saya tetap bersyukur karena Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa masih tetap memberikan kesehatan kepada saya,” ucapnya

Ditempat terpisah, Armaini Simanungkalit warga Kelurahan Sorkam Kanan yang merupakan tetangga dari Asmar mengungkapkan bahwa Asmar itu adalah orang baik dan sering bergaul, baik kepada tetangga maupun kepada orang lain.

“Hanya saja kehidupannya yang sangat memprihatinkan, memang dia masih lajang. Bagaimana mau menikah, untuk menutupi kehidupannya sajapun sudah terancam,” jelas Armaini

Armaini juga menyampaikan, akibat terjadinya musibah kepadanya. Saya bersama tetangga lainnya tidak membiarkannya untuk menahan derita sendiri, memang peristiwa itu sudah disampaikan kepada Pemerintah Kelurahan agar disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kemudian untuk saat ini kita sedang menjalankan permohonan teken lest kepada warga, dengan maksud tujuan agar bisa meringankan sedikit beban penderitaan Asmar,” ungkapnya. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *