SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB
Pemerintah kota (Pemko) Sibolga telah mengeluarkan aturan melalui surat pemberitahuan Walikota Sibolga Nomor: 300/58.4.1/2024 yang menjelaskan : pedagang yang berjualan menggunakan badan jalan Patuan Anggi, jalan Peralihan, Kuda Laut, Lumba-lumba, Jalan Tongkol, Tenggiri dan sekitarnya harus di kosongkan.
Pedagang Pasar Sibolga Nauli yang telah di tertibkan dari Jalan Patuan Anggi mengaku mendukung program pemerintah kota Sibolga untuk menata pasar yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
“Kami dukung tindakan pemko, dan sudah mau mengikuti arahan agar berdagang didalam pasar nauli sibolga agar sejalan dengan program pemko Sibolga dalam menata pasar,” ujar L. Sianturi salah seorang pedagang yang kini telah berjualan di lokasi pelataran gedung pasar Sibolga Nauli. Minggu (26/5/2024).
Sianturi meminta kepada pemko Sibolga agar jangan tebang pilih dalam melakukan penertiban untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau bisa jangan cuma kami saja yang ditertibkan yang lain juga dong, jangan nanti sampai terjadi benturan antar pedagang baru diterbitkan, karena saya sudah sebulan tidak jualan karena sunyi pembeli,” harapnya
Ditempat yang sama, Allan Simanullang salah seorang pedagang lainnya yang juga melakukan aksi protes saat penertiban pagi ini (Minggu,26/5/2024), mengatakan penertiban ini sepertinya hanya pencitraan saja.
“Gimana gak pencitraan bang, disana di depan pagar kantor lurah saja banyak pedagang, kok gak pernah diterbitkan? Pedagang yang memakai lahan pemko juga luput dari penertiban, apa mereka bukan pedagang juga? Atau ada apa dengan pemko ini bang,” ucapnya
Allan juga menyampaikan agar pak walikota sibolga turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan pedagang ini agar tercapai Sibolga Makmur.
“Pak wali datang lah ke pasar ini, lihat kerja pejabat yang hanya pencitraan ini, kami dipaksa masuk sementara di depan kantor lurah pancuran gerobak dan tanah pemko yang dipakai bebas untuk berjualan,” pintanya
Allan juga mengaku jika dirinya hari ini sengaja berjualan kembali ke jalan Patuan Anggi karena sudah tidak tahan menanggung kerugian saat berjualan didalam pasar karena sunyi pembeli.
“Gimana gak jualan aku disini bang,(jalan Patuan Anggi), kalau jualan di dalamlebih banyak yang jadi busuk jualan ku, sementara orang lain bebas jualan di sekitar komplek pasar ini tanpa pernah diterbitkan bang,” tegasnya. (Andes)






