Dugaan Tindak Asusila, TH Oknum Panitera PN Sibolga di Demo

Sibolga3012 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Puluhan massa menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga menuntut sanksi tegas terhadap seorang oknum panitera berinisial TH yang diduga melakukan tindak asusila terhadap mahasiswi magang di PN Sibolga. Selasa (25/2/2025).

Aksi tersebut dipimpin oleh Amira Salsabila dan Muhammad Rizky Pane sebagai pimpinan aksi, bersama Anggiat Marito (Ketua Umum CMMI) dan Waiys Al-Kahroni Pulungan (Ketua Umum PMII).

Dalam orasinya, massa menuntut agar PN Sibolga memberikan sanksi tegas kepada terduga pelaku dan memastikan perlindungan bagi korban.

“Oknum itu sudah mencederai nama baik Pengadilan Negeri Sibolga yang kami cintai. Kami menuntut agar pelaku dipecat dan para korban mendapatkan perlindungan yang layak,” tegas Anggiat Marito.

Setelah menyampaikan tuntutan, pihak PN Sibolga mengundang perwakilan massa untuk berdiskusi.

Kepala PN Sibolga, Hendra Utama Sotardodo, S.H., M.H., didampingi jajaran struktural PN Sibolga, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah internal terkait dugaan kasus tersebut.

“Kemarin kami sudah mengklarifikasi terduga pelaku dan juga korban. Selanjutnya, kami telah melaporkan kasus ini ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Hari ini, tim dari Pengadilan Tinggi akan datang untuk menindaklanjuti dugaan ini,” jelas Hendra.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai pimpinan, dirinya telah memberikan teguran kepada pelaku dan kepada pihak korban kami telah memberikan sepenuhnya hak untuk melakukan proses selanjutnya.

“Kami telah melaporkan hasil klarifikasi yang dilakukan kepada atasan (Pengadilan Tinggi sumut) dan biar atasan kami yang melakukan tindakan selanjutnya,” pungkasnya

Menanggapi pernyataan tersebut, Amira Salsabila, salah satu pimpinan aksi, meminta agar PN Sibolga memberikan informasi terkait perkembangan kasus ini secara transparan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga selesai dan memastikan keadilan ditegakkan. Kami mohon agar pihak PN Sibolga terus memberikan update perkembangan kasus ini kepada kami,” ujarnya.

Unjuk rasa ini berlangsung aman dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian Tapanuli Tengah dan personel TNI. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan tuntutannya. (Andes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *