Proyek Peningkatan Jalan Ruas Keliling Disoal, Kajari Sibolga Diminta Turun Kelapangan

oleh -1.282 views
Proyek Peningkatan Jalan Ruas Keliling Hutabalang Terkesan Asal Jadi

TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB

Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait proyek Peningkatan Jalan Ruas Keliling Hutabalang, Kecamatan Badiri yang diduga bermasalah, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga diminta turun kelapangan. Kamis (9/8)

Proyek peningkatan jalan ruas keliling yang ada di Desa Kelambu, Kecamatan Badiri dengan nilai kontrak sebesar Rp. 988.400. 000,- yang dikerjakan oleh CV Faomasi Tahun 2018.

Ketua Tim Investigasi LSM KPK Mangantan Lumbantobing meminta kepada Kejaksaan Negeri Sibolga yang juga selaku Tim Pengawas dan Pengamanan Pemerintah Pembangunan Daerah (TP4D), agar turun kelapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan Proyek peningkatan jalan ruas keliling Hutabalang

Baca Juga :  Pabanrim Polres Sibolga Periksa Administrasi 18 Calon Bintara Polri

“Sebab banyak kejanggalan yang kami temukan dilapangan, yaitu campuran semen tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI). Kami menduga kalau campuran semen yang digunakan 1 banding 6, dan material yang digunakan material bekas hasil bongkaran dari bangunan lama dan itu yang dipakai kembali,” ucapnya Mangantan

Lebih lanjut dijelaskannya, material yang digunakan dilapangan adalah material bekas hasil bongkaran. Karena terlihat material yang digunakan tersebut berlumuran lumpur, dan material itu langsung digunakan tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

“Bagaimana semen bisa menempel dan menyatu, kalau materialnya masih kotor dan berlumuran lumpur. Seharusnya pihak pekerja terlebih dahulu membersihkan lumpur yang ada menempel pada material, baru bisa digunakan,” sebutnya

Baca Juga :  MTQ Ke 48 Kecamatan Sibolga Selatan Digelar

Untuk itu, kepada pihak Kejaksaan Negeri Sibolga diminta untuk turun kelapangan melakukan pengawasan. Sebab hasil kerjanya dilapangan tidak sesuai atau dikerjakan secara asal – asalan saja

“Pihak kontraktor sepertinya hanya mengejar target tanpa menjaga kualitas. Kita sayangkan anggaran yang sampai hampir satu miliaran itu hanya dihamburkan dan tidak berkualitas dan terancam tidak bertahan lama,” sebutnya. (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *